Harapan Kita, Harapan Kesembuhan Zulfani

Zulfani (6) dan Sang Ibu, Zulmainis (41) (kiri), saat didampingi Tim Dompet Dhuafa Singgalang, Karsini (kanan) hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Selasa (20/9), untuk diterbangkan ke Jakarta guna mendapat pengobatan di Rumah Sakit Harapan Kita. (ist)

PADANG (KBK) — Alhamdulillah, Selasa (20/9/2016) tim Dompet Dhuafa Singgalang telah melepas keberangkatan Zulfani Zulas (6), bocah penderita jantung bocor yang dirujuk untuk mendapat perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Zulfani berasal dari Jorong Sembayan Nagari Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Padang. Ia merupakan putra dari pasangan suami isteri Asril (41) dan Zulmainis (41), dengan latar taraf perekonomian dibawah rata-rata.

Kebutuhan hidup harian mereka hanya bertumpu pada pekerjaan sehari-hari Asril sebagai buruh lepas dengan penghasilan tak menentu, sementara sang isteri hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Ungkap Asril, gejala jantung bocor yang diderita anaknya telah diketahui semenjak lahir. Namun saat itu timbul ketakutan bagi ia dan istrinya membayangkan sang anak yang masih sangat kecil harus menjalani serangkaian tindakan operasi.

Apalagi kondisi keuangan keluarga yang tidak memungkinkan. Oleh karenanya, Asril dan Zulmainis lebih memilih pola pencegahan agar kondisi Sang Putra tak bertambah parah dengan memperhatikan asupan gizi dan kegiatannya sehari-hari di rumah.

Namun kondisi Zulfani kian memburuk saat memasuki bangku pendidikan. Ia menjadi cepat lelah, bahkan berjalan beberapa meter saja telah membuat kulitnya membiru. Ketika diperiksakan ke Rumah Sakit M. Djamil Padang, Zulmainis dirujuk untuk segera di operasi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Tekad kuat orangtua membawa langkah Asril di beberapa lembaga sosial di Sumatera Barat. “Alhamdulillah, saya mendapat respon baik dari pihak BAZNAS Tanah Datar, dan mendapat bantuan sebanyak empat juta rupiah,” tutur Asril.

Sementara saat itu ia masih kebingungan dengan perjalanan keluarganya di Jakarta yang masih asing dengan tanpa sanak saudara disana. Belum lagi biaya penginapan dan kebutuhan sehari-hari yang jika dialokasikan hampir mencapai 10 juta rupiah.

Ia merasa beruntung dipertemukan dengan pihak Dompet Dhuafa. Oleh Dompet Dhuafa ia ditawarkan kemudahan fasilitas kesehatan berupa penginapan gratis dan kebutuhan sehari-hari kolaborasi Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC), Rumah Sehat Terpadu (RST) dan Shelter yang keseluruhannya dibawah naungan Dompet Dhuafa Pusat di Jakarta.

“Saya benar-benar berterimakasih atas kemudahan yang diberikan Dompet Dhuafa, karena diluar kebutuhan keuangan, masalah penginapan dan kebutuhan harian sempat terabaikan bagi saya karena hanya memikirkan bagaimana anak kami agar segera sembuh. Terimakasih Dompet Dhuafa bersedia memfasilitasi kami,” tak kuasa, Zulmainis turut mengungkapkan rasa harunya.

Kemudahan yang dirasakan Zulfani, dapat terwujud karena kepedulian umat. Dari donasi zakat, infak, sedekah, wakaf, serta donasi sosial kemanusiaan yang dipercayakan donatur, Dompet Dhuafa dapat menyalurkan secara tepat sasaran serta membangun sarana prasana yang memudahkan kebutuhan umat terutama bagi masyarakat kurang mampu. Kami terus berikhtiar agar dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat dhuafa seperti harapan donatur dan mitra yang bersinergi bersama Dompet Dhuafa. (nisa)

Advertisement