YOGYAKARTA -Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Yogyakarta mencatat ada 2.000 Kepala Keluarga (KK) di zona rawan longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi sampai beberapa hari ke depan. Karenanya, warga yang tinggal di daerah rawan longsor diimbau berhati-hati.
“Dengan kondisi seperti saat ini, kami mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bencana, salah satunya tanah longsor, karena potensi rawan longsornya tinggi, setidaknya ada lebih dari 2.000 KK yang tinggal di daerah rawan longsor,” katanya, Senin (26/9/2016).
Lebih jelas disebutkannya ribuan KK tersebut tersebar di 15 desa yang berada di enam kecamatan, yakni Piyungan, Pleret, Dlingo, Imogiri, Pundong dan Pajangan. Sementara, disinggung mengenai relokasi, Dwi mengaku, hal tersebut merupakan upaya terakhir.
Sementara, di Kabupaten Gunungkidul, yang memiliki wilayah perbukitan dengan potensi ancaman longsor paling tinggi di DIY, Untuk tanah longsor, BPBD Gunungkidul sudah memasang Early Warning System (EWS) di 63 titik pada enam kecamatan, yaitu Patuk, Gedangsari, Nglipar, Semin, Ngawen dan Ponjong.
“Kami sudah antisipasi dengan memasang EWS, namun kesiapsiagaan masyarakat itu yang paling utama,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Budhi Harjo, dikutip dari Okezone.
Sementara itu Kepala Seksi Kebencanaan BPBD DIY, Danang Samsurizal mengungkapkan, ada sebanyak 21 Kecamatan di DIY yang rawan longsor. Titik terbanyak rawan longsor di DIY terdapat di Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul.
Sementara di Kabupaten Sleman terdapat tiga kecamatan rawan longsor, yakni Pakem, Turi dan Cangkringan. Kecamatan Kulonprogo ada enam kecamatan, yakni Girimulyo, Kokap, Kalibawang, Nangulan , Pengasih dan Samigaluh.
Sedangkan di Kabupaten Bantul ada lima kecamatan yakni Kretek, Pundong, Imogiri, Piyungan dan Dlingo. Sementara Kabupaten Gunungkidul ada enam kecamatan, yakni Patuk, Gedangsari, Ngilipar Panggang, Purwosari dan Ngawen.





