Dinkes Bandung Imbau Warga Hati-hati Antibiotik Daur Ulang

BANDUNG – Adanya temuan antibiotik daur ulang di sejumlah daerah membuat Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Bandung mengimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati dalam membeli obat-obatan.

Selain itu, Dinkes juga meminta masyarakat untuk membeli obat-obatan kepada penjual resmi atau apotik berizin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan bersama BPOM untuk mengantisipasi beredarnya antibiotik daur ulang di Kota Bandung. Namun yang lebih penting kata Ahyani yakni langkah proaktif dari masyarakat dan fasilitas kesehatan untuk membeli obat-obatan dari distributor resmi.

“Kalau di Bandung kita dengan BPOM pengawasan jalan terus ya. Intinya kami selalu menyampaikan kepada seluruh fasilitas kesehatan agar membeli bukan hanya antibiotik, semua obat obatan itu dibeli di atau kepada distributor resmi. Apotik juga membeli ke distributor resmi. Jadi jangan kepada perorangan perorangan yang enggak jelas,” ujar Ahyani, dilansir merdeka.com, Sabtu (15/10/2016).

Secara kasat mata, obat antibiotik daur ulang sulit dibedakan dengan antibiotik asli dari karenakemasan (packaging) sekilas mirip jika dilihat dari kemasan luar.

“Jadi kepada masyarakatnya itu kalau membeli obat belilah apotek yang berizin. Jadi jangan asal murah atau ga mau susah. Apalagi kalau ada yang nawarin ke rumah, itu justru harusnya kita lebih waspada terhadap hal yang seperti itu,” ujarnya.

Advertisement