Nilai Ujian Buruk, Bocah 11 Tahun Terjun dari Lantai 17

Ilustrasi ; jenazah.

Singapura-Masih ingat dengan kasus kematian bocah SD di Singapura Mei lalu yang melompat dari apartemen tempat tinggalnya.
Setelah melakukan penyelidikan secara intensif selama 4 bulan, kepolisian Singapura akhirnya memutuskan kalau bocah berusia 11 tahun itu lompat dari apartemen tempatnya tinggal, karena takut dimarahi lantaran nilai ujiannya yang jelek.

Seperti dilansir Strait Times,Sabtu (22/10)  selama ini siswa tersebut dikenal sebagai sosok yang pandai. Namun ujian sekolah mengubah semuanya. Anak itu mendapatkan hasil buruk dari ujian Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Tiongkok. Masing-masing nilai yang dia dapat adalah 50, 20,5, dan 53,8 dari total nilai 100.

Lantaran nilainya turun drastis, keesokan harinya anak itu mendapat hukuman dan amarah dari ibunya. Petaka tak berhenti di situ, pada 16 Mei atau dua hari berselang, bocah malang itu kembali mendapat nilai jelek untuk mata pelajaran IPA.
Alhasil, hukuman berupa pukulan di telapak tangan dari ibunya kembali dia dapat. “Anak itu menangis dan bersedih, tapi tak terlalu lama,” tulis Strait Times.

Namun, isi hati anak kecil siapa yang tahu. Entah karena masih menyimpan rasa takut, dua hari kemudian, si anak ditemukan di aspal apartemen dengan luka parah di bagian kepala setelah melompat dari lantai 17 apartemennya.
“Orang tua dan pendidik harus memastikan ada di samping anak-anak untuk membantu mereka setiap mengalami kesulitas,” kata penyidik yang menangani masalah ini.

Advertisement