GRESIK – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) jika diberikan non tunai lebih tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah.
“Nantinya penerima manfaat PKH bisa mengambil uang sesuai kebutuhan dan disisakan sebagai tabungan, sebab hal ini untuk mendidik penerima manfaat PKH agar bisa menabung, serta meminimalisir penggunaan bantuan oleh orang lain yang tidak berhak,” katanya, di Gresik, Minggu (23/10/2016).
Dulu, menurut mensos ada yang kartunya digadaikan kepada orang lain bahkan ada yang ketika menerima bantuan langsung dibelanjakan untuk keperluan yang tidak perlu. Karenanya, untuk meminimalisir hal itu dilakukan dengan pembayaran non tunai,
Khofifah mengatakan, kartu keluarga sejahtera yang berwarna merah putih tersebut juga bisa digunakan sebagai kartu debet, dan memotivasi penerima bantuan agar memulai rajin menabung.
Sementara di Gresik, ia mengatakan 296 agen telah menyatakan kesiapannya untuk mendistribusikan kartu keluarga sejahtera kepada 61.335 penerima manfaat PKH di wilayah setempat. Dana PKH di Gresik akan cair bulan November mendatang.
Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim yang turut mendampingi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah banyak memperhatikan masyarakat Gresik.
Qosim mengaku, bantuan sosial kepada masyarakat tahun 2016 meningkat dibanding tahun 2015, yakni dari 15.369 penerima menjadi 24.532 penerima.
“Kami berharap bantuan sosial ini bisa bermanfaat dan meringankan beban masyarakat,” katanya, dikutip dari Antara.





