Palestina Dipasok Air Hanya Dua Jam dalam Seminggu

Krisis air di Palestina, warga hanya dipasok dua jam per minggu/ Al Jazeera

PALESTINA – Warga Palestina mengalami kekurangan air selama beberapa bulan terakhir karena pemerintah kota hanya dapat memasok air dua jam saja dari satu minggu.

Hal ini membuat warga merasa frustasi, misalnya Enas Taha, warga Desa Kafr al-Deek, yang hanya bisa berdoa kepada Allah.

“Saya lihat prakiraan cuaca, diumumkan hujan akan turun sejak tiga minggu yang lalu, tetapi hingga kini tidak datang juga. Saya hanya bisa berdoa kepada Allah,” kata Taha.

” Saya harus dapat menggunakan air sebaik-baiknya, dan memprioritaskan setiap tetes air yang saya gunakan. Air yang kita punya tidak cukup digunakan untuk minum, masak, dan mandi. Kadang saya tidak mencuci berminggu-minggu. Ini melelahkan,” sesalnya lagi, seperti dilansir Al Jazeera, Selasa (25/10/2016).

Sementara itu Palestina Water Authority (PWA) mengatakan pihaknya awal Juni lalu diberitahu perusahaan air Israel, Mekorot, tentang akan adanya pemotongan pasokan air di musim panas lebih dari 50 persen.

“Kami berdiskusi dengan Mekorot untuk solusinya, tapi mereka terus beralasan, misalnya peningkatan permintaan, suhu, dan lainnya,” ujar Direktur PWA, Deeb Abdelghafour.

Ia menilai kekurangan air yang dirasakan warga Tepi Barat bukan disebabkan kekeringan alam, tetapi karena perbuatan manusia, yaitu kontrol Israel atas sumber daya air di wilayah Palestina.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya perbedaan yang nyata terlihat antara pemukiman ilegal Israel dengan rumah-rumah warga Palestina. Dimana warga Israel punya kebun dan taman dilengkapi kolam renang, sedangkan rumah warga Palestina terlihat sangat gersang.

Advertisement