SIDOARJO – Setelah mengunugjungi Cirebon untuk memantau program deteksi dini kanker, kini Ibu Negara Hj Iriana Jokowi dan Hj Mufidah Kalla mengunjungi Sidoarjo untuk meninjau hal yang sama.
Dalam kunjungannya, mereka mengunjungi Puskesmas Candi, Kamis (27/10/2016). Kunjungan ini berkaitan dengan program Nasional, Gerakan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara pada perempuan.
Saat itu juga di Puskesmas Candi Sidoarjo dilakukan pemeriksaan IVA (Inveksi Visual Acetat) dan pemeriksaan Payudara klinis (Sadanis) yang dimulai hari ini dengan diikuti sebanyak 200 peserta.
Di Puskesmas Candi sendiri, ada sekitar 26.833 wanita dari jumlah total 24 desa yang ada dengan kisaran usia 30-49 tahun.
Dalam program kali ini, target cakupan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA dan Sadanis sekitar 5,366 orang atau setara 20 persen. Dari pencapaian target yang ada di Puskesmas Candi Sidoarjo, baru mencapai 7,7 persen atau sekitar 417 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengungkapkan bahwa kunjungan Ibu Negara kali ini untuk melihat langsung proses pemeriksaan IVA test maupun pemeriksaan payudara klinis.
Selain itu, Ibu Iriana juga mengunjungi laboratorium yang berada di Puskesmas Candi. “Ibu-ibu harus mewaspadai dan mendeteksi secara dini atas kanker serviks maupun kanker payudara. Kedua kanker itu sangat membahayakan, dan ibu-ibu harus mengetahuinya sebelum terserang,” kata Kohar, dilansir beritajatim.
Diakui, bahwa kerawanan kerap terjadi pada kanker leher, payudara maupun kanker dari saluran pernafasan (paru-paru).
Dengan adanya program ini, bisa terlihat dari kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini sehingga terus dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui hal tersebut. “Ibu-ibu tidak boleh malu untuk periksa soal keluhan yang dirasakan,” tandasnya.





