CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jabar, sudah mulai mengungsikan sejumlah warga dari bantaran Waduk Saguling, sejak Kamis (17/11/2016).
Pengungsian dilakukan karena rumah warga yang tinggal Kampung Muara, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi perlahan mulai terkikis arus yang meluap.
Kepala BPBD Cianjur Asep Suparman di Cianjur, mengatakan warga yang diungsikan merupakan warga yang rumahnya mulai terancam tergenang air bah akibat meluapnya air waduk yang terus meninggi dan mulai masuk ke perkampungan, seiring hujan yang masih turun deras menjelang sore.
“Baru bagian belakang rumah warga yang terkikis dan ditakutkan air bah akan merendam perkampungan karena intensitas hujan masih tinggi terutama menjelang sore. Guna menghindari terjadinya korban jiwa dan rumah terseret air bah, kami mengungsikan beberapa kepala keluarga ke tenda pengungsian,” katanya, dilansir Antara.
Dia menjelaskan, luapan sungai akibat dibukanya pintu air PLTA Saguling masih terus terjadi, meskipun pada waktu tertentu volume air mulai menurun dan kembali meninggi ketika hujan deras turun. “Saat ini ketinggian permukaan air naik-turun, meskipun belum menghanyutkan rumah atau warga, namun air mulai menggenangi perkampungan,” katanya.
Dia menuturkan, luapan air dapat membahayakan nyawa ratusan warga yang tinggal di wilayah tersebut karena saat ini, bibir sungai mulai tergerus air selebar 1 meter dari sebelumnya, termasuk jembatan proyek yang melintasi antara Cihea dengan Bandung Barat, putus tersapu air.
Pihaknya mengimbau 400 kepala keluarga di Kampung Bantar Caringin, Desa Cihea, untuk waspada dan segera mengungsi jika hujan turun deras dengan intensitas lama karena ditakutkan air bah bisa setiap saat menggenangi perkampungan.
Ia pun berharap prediksi puncak musim hujan Januari 2017 dan luapan Sungai Citarum, tidak akan terjadi, sehingga tidak menggenangi dan menelan korban jiwa ataupun materi.”Semoga prediksi terjadinya luapan tidak sampai menggenangi perkampungan, apalagi sampai merusak rumah dan menelan korban jiwa,” katanya.
Sedangkan terkait pengungsi yang membutuhkan logistik di tenda darurat, pihaknya telah mengirimkan sesuai dengan permintaan seperti sembako dan peralatan untuk memasak.”Kita sudah mengirimkan logistik untuk pengungsi karena sejak mengungsi mereka tidak dapat melakukan aktivitas, sehingga tidak memiliki stok sembako,” katanya.





