ALEPPO – Hampir semua rumah sakit di Aleppo Timur dilaporkan lembaga kesehatan sudah tidak berfungsi menyusul serangan bertubi-tubi pada bagian kota yang dikuasai pemberontak ini.
Direktorat kesehatan Organisasi Kesehatan (WHO) mengatakan semua rumah sakit di Aleppo Timur tidak dapat melakukan pelayanan setelah serangan udara berat dilancarakan, meskipun menurut tim monitor perang beberapa masih berfungsi.
Penasehat keamanan nasional dari Gedung Putih Amreika Serikat, Susan Rice mengatakan Amerika Serikat mengutuk serangan udara terbaru terhadap rumah sakit dan mendesak Rusia, sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad, untuk mengambil langkah-langkah untuk menghentikan kekerasan.
Sejak Selasa, tentara Suriah dan sekutunya kembali beroperasi setelah jeda kemanusiaan berlangsung. Mereka melancarkan serangan darat terhadap pemberontak pada hari Jumat.
Monitor perang, Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan sedikitnya 27 orang, termasuk anak-anak, pada Sabtu (19/11/2016).
Pesawat tempur, artileri dan helikopter terus membombardir Aleppo timur,dan telah menghantam daerah pemukiman yang padat penduduk.
“Penghancuran terhadap infrastruktur, warga sipil termasuk semua anak dan laki-laki tua juga wanita, dengan tidak adanya fasilitas kesehatan yang menawarkan pengobatan untuk menyelamatkan jiwa mereka sehingga mereka akhirnya tewas,” ungkap Direktorat kesehatan Aleppo, dilansir Reuters.





