Menteri Agama Kembali Himbau Muslim Indonesia Bantu Muslim Rohingya

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin / Foto: Beritasatu

JAKARTA (KBK) – Untuk menunjukan solidaritas muslim Indonesia terhadap Muslim Rohingya, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin menghimbau Muslim Indonesia untuk mendoakan Muslim Rohingya dan melaksanakan Qunut Nazilah untuk mereka.

Hal itu ditegaskan kembali oleh menteri agama ketika wawancara dengan Amirul Hasan, Wartawan KBK di Telaga Sampireun, Bintaro seusai Acara Tasyakuran Ulang Tahun Prof. KH. Ali Yafi dan peluncuran buku “Bertasawuf di Zaman Edan,” Selasa (22/11/2016).

Selain itu, katanya, Pemerintah Indonesia ikut proaktif membantu muslim Myanmar secara keseluruhan seperti memberikan bantuan fasilitas kesehatan.

“Secara konkret sudah dilakukan dan akan terus dilakukan,” jelas menteri.

Pemerintah Indonesia juga terus berjuang di forum-forum; tidak hanya di bilateral, tapi juga di forum-forum internasional dan PBB untuk memperjuangkan hak-hak muslim Rohingya.

Tentunya, lanjut Saefudin, kementerian agama akan mengikuti apa yang dilakukan kementerian luar negeri, karena menteri luar negeri adalah garda terdepan dalam hubungan luar negeri Indonesia.

Tidak Berdampak ke Indonesia

Ketika ditanyakan kepada Saefuddin apakah kejadian di Myanmar akan berdampak pada Indonesia, Ia menjawab tidak.

“Karena persoalan di Myanmar sama sekali bukan masalah agama, karena akar persoalannya adalah masalah etnis dan kepentingan lokal,” tuturnya.

Untuk itu pemerintah Indonesia mendukung pemerintah Myanmar untuk segera menyelesaikan konflik ini sebaiknya.

“Indonesia sangat terbuka dan proaktif untuk membantu dan mendukung pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah ini,” tegasnya.

Saefudin juga mengatakan, Indonesia sudah menjadi warga dunia jadi tidak ada lagi istilah tekan menekan dalam diplomatis. Kita harus merubah cara pandang untuk saling bersinergi, berkerjasama dan bermitra.

“Bukan memandang mereka sebagai musuh, tapi kita saling berkerjasama untuk sama-sama menyelesaikan masalah yang dihadapi,” pungkasnya.

Advertisement