BANGLADESH -Bangladesh meminta pada pemerintah Myanmar para pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh segera dapat dipulangkan dengan tanpa ancaman dan jaminan keselamatan dari Myanmar.
Hal tersbeut disampaikan Kementerian Luar Negeri Bangladesh saat memanggil duta besar Myanmar untuk menyampaikan kekhawatiran pemerintah Bangladesh terhadap operasi militer Myanmar belakangan ini.
Operasi militer selama enam minggu terakhir itu telah memaksa setidaknya 30.000 etnik minoritas Rohingya, yang pada umumnya beragama Islam, melarikan diri dari rumah mereka di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, dan ribuan di antaranya menyeberang ke wilayah negara tetangga Bangladesh.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (23/11), Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengatakan telah meminta Myanmar untuk ‘memastikan integritas perbatasan’ dan menghentikan membanjirnya warga dari Negara Bagian Rakhine.
“Di balik upaya sungguh-sungguh petugas penjaga perbatasan untuk mencegah membanjirnya orang, ribuan warga negara Myanmar yang mengalami kesulitan, termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua terus menyeberang perbatasan masuk ke Bangladesh.” ujarnya, seperti dilansir BBC, Kamis (24/11/2016).
(Baca Juga: Melarikan Diri dan Tiba di Bangladesh, Ratusan Rohingya Dijaga Ketat )
Ditambahkannya ribuan orang lainnya dilaporkan berkumpul di dekat pos perbatasan. Sebagian pengungsi Rohingya tenggelam dalam upaya berlayar ke Bangladesh.
Bangladesh berusaha keras untuk menghentikan orang Rohingya masuk ke wilayahnya dan banyak di antara mereka yang sudah masuk dikirim balik ke Myanmar.




