MYANMAR – Kecaman yang berdatangan terhadap pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi karena kekerasan yang terjadi di Rakhine telah membuatnya membatalkan kunjungannya ke Indonesia.
Diketahui pekan lalu unjuk rasa mengecam kekerasan terhadap suku Rohingya digelar di Jakarta dan Bandung. Selain meminta Myanmar menghentikan kekerasan yang terjadi, pengunjuk rasa juga menuntut agar Hadiah Nobel Perdamaian yang dianugerahkan kepada Aung San Suu Kyi pada tahun 2012 lalu ditarik karena dia dianggap mendiamkan kekerasan atas warga Rohingya.
Juru bicara Kementrian Luar Negeri Myanmar, Kyaw Zay Ya, tidak menjelaskan alasan rinci dari penundaan tersebut.
“Kami berdiskusi dengan pihak Indonesia yang belum siap dan menunda kunjungan itu,” katanya Kyaw Zay Ya kepada BBC Seksi Myanmar.
Seharusnya, Suu Kyi dijadwalkan berkunjung ke Indonesia setelah perjalanan ke Singapura dari 30 November hingga 2 Desember 2016.
Sementara itu dilansir AFP, Wakil Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Myanmar Aye Aye Soe mengatakan kunjungan akan diatur kembali, “Kunjungan ini akan diatur dalam waktu dekat,” katanya seraya menepis dugaan batalnya kunjungan Suu Kyi ke Indonesia karena masalah keamanan.





