KAIRO – Negeri dilanda revolusi, kemiskinan menjadi-jadi. Agaknya itulah yang menggambarkan situasi Mesir sejak Assisi melakukan junta militer.
Kemiskinan yang melanda masyarakat Mesir, dimanfaatkan banyak orang yang tidak bertanggungjawab untuk transaksi ilegal penjualan organ.
Karena tuntutan hidup, bagi rakyat Mesir yang tidak mampu, Ia menjual sendiri organ tubuhnya secara ilegal.
Ini terbukti, Polisi Mesir berhasil membongkar jaringan antarbangsa perdagangan organ tubuh manusia, dengan melakukan penggerebekan di Rabu dini hari (7/12/2016).
Polisi berhasil menahan 45 orang serta menyita jutaan dolar.
Menurut pejabat Departemen Kesehatan Mesir, pelaku kejahatan itu terdiri atas dokter, perawat, juru hubung dan pembeli.
Kementerian Kesehatan menilai komplotan tersebut adalah jaringan terbesar perdagangan bagaian tubuh manusia, yang dibongkar di Mesir sejauh ini.
“Pelaku memanfaatkan keadaan ekonomi sejumlah warga Mesir, melanggar hukum, untuk mendapatkan keuntungan besar menjual organ untuk pasien, yang membutuhkan donor,” tambahnya.
Dikatakannya, penyelidikan itu dilakukan Kementerian Kesehatan dan badan antikorupsi, Otoritas Pengawasan Administrasi. Mereka fokus menyasar rumah sakit swasta, pusat kesehatan berizin dan tidak, tempat terjadi transaksi organ.
Otoritas itu mengatakan tempat tersebut ditutup dan izin praktik dokter dicabut sementara selagi menunggu penyelidikan lebih lanjut oleh jaksa.
Menurut Reuters, sejumlah dokter yang ditahan bekerja di lembaga ternama, diantaranya fakultas kedokteran Universitas Kairo dan Ain Sham, dua institusi pendidikan tinggi terbesar di Mesir.
Pernyataan tersebut belum memberi rincian terkait jumlah uang yang disita atau jangkauan transaksinya.





