JAKARTA – Gempa berpotensi tsunami yang berkekuatan 7,8 SR di Kepulauan Solomon menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tidak berpengaruh di Indonesia.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa Iskan ini dipicu penyesaran naik (thrust fault),” kata Kepala Pusat gempa bumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, Jumat (9/12/2016), dikutip dari liputan6.com.
Dijelaskannya, peta shake map yang menggambarkan guncangan Iskan di permukaan menunjukkan bahwa guncangan kuat terjadi pada intensitas III-IV SIG BMKG atau VI-VII MMI di seluruh wilayah Pulau San Kristobal, Kepulauan Salomon. Dampak gempa bumi ini diperkirakan dapat menimbulkan kerusakan ringan hingga sedang.
“Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) memberikan informasi bahwa gempa bumi itu kemungkinan berdampak menimbulkan tsunami regional di sekitar pusat gempa bumi,” ujarnya.
Selain itu, ditambahkannya jika data tide gauge dari Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO (IOC) memberikan informasi bahwa gempa bumi tersebut berdampak menimbulkan tsunami lokal di sekitar pusat gempa bumi, yaitu di Honiara Kepulauan Solomon dengan ketinggian 0.12 m.
“Berdasarkan hasil analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggunakan pemodelan TOAST, gempa bumi tersebut menimbulkan ancaman tsunami regional hanya di sekitar pusat gempa bumi, tetapi tidak berdampak hingga wilayah Indonesia,” jelas Riyadi.
Karenanya ia mengimbau masyarakat pesisir di wilayah Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yg tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.





