MESUJI – Banjir yang melanda desa-desa yang berada di tiga kecamatan di Mesuji, Lampung membuat akses jalan terputus, dan warga yang menjadi korban membutuhkan bantuan.
Sohari (50), warga Desa Sidang Muara Jaya meminta Pemerintah Kabupaten Mesuji dan instasi terkait agar turun ke lokasi banjir untuk memantau kondisi masyarakat dan membantu korban banjir itu.
“Kami kesulitan, karena semua akses jalan terputus total, dan banjir ini adalah terbesar yang pernah terjadi dari tahun sebelumnya. Banjir juga memutuskan jalan di tiga kampung yaitu Sritanjung, Tanjung Harapan, dan Kagungan Dalam yang mengakibatkan akset ekonomi lumpuh total,” ujarnya, seperti dilansir antara, Minggu (18/12/2016).
Sementara itu Dedi, salah satu pejabat kepala bidang pada Dinas Sosial Kabupaten Mesuji mengakui hingga kini bantuan dari pemerintah dan sumbangan pihak ketiga belum disalurkan untuk para korban banjir itu.
Namun, menurutnya, hari ini para pegawai dan relawan sedang memilah-milah bantuan untuk kemudian dibungkus dalam paket dan segera disalurkan.
“Kalau malam ini selesai, besok mulai didistribusikan. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, mi instan, dan beras,” tuturnya.
Selain terhambat karena masih harus memilah bantuan, menurut Dedi, kendala untuk menyalurkan bantuan adalah belum ada data jumlah korban banjir dari lurah atau camat masing-masing wilayah. “Tadi saya sudah minta camat dan lurah mendata warganya, mudah-mudahan besok sudah selesai pendataannya,” ucap Dedi.
Dia menegaskan bantuan akan diprioritaskan untuk daerah yang paling parah terkena banjir, serta warga korban banjir yang tidak mampu.





