JAKARTA – Uang rupiah baru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) bersifat ramah tuna netra karena adanya kode raba yang tersedia bagi para penyandang tunanetra.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi, mengungkapkan desain uang tahun emisi (TE) 2016 dilakukan dengan penyempurnaan fitur kode tunanetra (blind code) dengan mengubah desain pada bentuk kode tunanetra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah.
“Pada saat kita mendesain uang rupiah baru ini, kita bertemu dengan lebih dari 10 orang. Kemudian kita uji cobakan. Mereka alhamdulillah bisa dengan cepat membedakan,” kata Suhaedi, Senin (19/12/2016).
Fitur ini mempermudah identifikasi dan meningkatkan aksesibilitas uang rupiah bagi penyandang tunanetra. Ini dilakukan sesuai dengan amanat UU Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas.
Sementara itu uang rupiah baru yang diluncurkan Senin kemarin oleh Presiden Joko Widodo mmeiliki perubahan penyesuaian penggunaan gambar pahlawan sesuai Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Suhaedi menjelaskan, pemilihan gambar pahlawan dilakukan melalui proses focus group discussion (FGD) dengan sejarawan, akademisi, instansi terkait (Kemenkeu, Kemensos), dan pemda.
“Pemilihan gambar pahlawan memperhatikan prioritas provinsi yang belum terakomodasi dalam uang rupiah; pahlawan yang berjuang di lingkup nasional, mempunyai dampak besar, dan nilai patriotisme; serta memiliki ketokohan seperti nama pahlawan sudah digunakan sebagai nama fasilitas umum,” ungkapnya, dikutip dari setkab.go.id.
Penukaran uang baru di Jakarta juga sudah dimulai kemarin tepatnya di Blok M Square dengan jumlah penukaran terbatas yakni Rp 3,8 juta per orang, untuk penukaran uang dari Rp 100 hingga Rp 100.000. Pembatasan penukaran dilakukan karena persediaan uang baru masih terbatas.





