TAPSEL (KBK) – Setelah kisah Nani warga Desa Ae Badak Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan dikisahkan KBK, 19 Oktober 2015 lalu, (Baca : Akankah Tangan Malaikat, Menyantuni Nani), bantuan untuk keluarga Nani terus mengalir.
Hari ini, Selasa (3/11/2015), Dompet Dhuafa Waspada (DD Waspada) Medan dan Komunitas Pejuang Subuh Medan memberikan bantuan sembako dan modal usaha untuk keluarga Bu Nani.
“Bu Nani warga dhuafa dan janda dengan anak tiga orang itu sudah bisa berusaha. Ia sudah bisa jualan sabun, minyak goreng dan telur, selama 4 hari dalam sepekan,” jelas Sulaiman dari DD Waspada kepada KBK.
Menurut Sulaiman, Bu Nani akan jualan ke pasar-pasar di sekitar kampungnya. Di kawasan tersebut ada pasar yang dibuka secara bergilir selama sepekan, ada 4 pasar yang bisa diikuti Bu Nani berjualan dalam sepekan yang berada di 4 kecamatan sekitar kampungnya.
Bantuan modal usaha itu, lanjut Sulaiman, diperkirakan akan membuat Bu Nani mendapat penghasilan bersih Rp150 ribu s.d 200 ribu per kali jualan.
“Penghasilan Bu Nani insha Allah sekitar Rp600 ribu sampai Rp800 ribu per pekan atau Rp. 2,4 juta sampai Rp3,2 jutaan per bulan. Dengan demikian, ia akan bisa mandiri menafkahi anak-anaknya. Semoga Bu Nani bisa mandiri secara ekonomi, dan untuk membimbing Bu Nani akan didamping oleh relawan Wiwit, juga menginfokan kisah Bu Nani ke KBK tempo hari, ” jelas Sulaiman.
Selain modal usaha jual sembako ke pasar-pasar, tambah Sulaiman, DD Waspada dan Pejuang Subuh Medan, juga memberikan 10 ekor Bebek Dara untuk dipelihara Citra anak Bu Nani, sepulang sekolah dan hari libur.
Mewakili Kepala Desa dan Masyarakat Ae Badak Jae, Ali Muda Siregar mengucapkan terimakasih kepada DD Waspada dan Pejuang Subuh Medan, yang telah memperhatikan warganya.
“Semoga Bu Nani bisa mandiri secara ekonomi,” tutur Ali Muda Siregar, kepada KBK.





