DEMAK – Ketika mobil dinas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melintas persawahan di Desa Waru Kecamatan Mranggen Demak, Rabu (18/1/2016), tiba-tiba diberhentikan oleh tiga petani.
Aksi nekad para petani tersebut bukan tanpa alasan, mereka hanya ingin meminta bantuan Gubernur untuk menemukan solusi banjir yang kerap menrendam wilayahnya hampir selama 20 tahun.
“Pak Gubernur mohon dinormalisasi sungai ini, karena sering banjir. Tandatangan; warga,” begitulah bunyi spanduk yang ditulis dengan warna merah menyala.
Melihat hal itu, Ganjar pun kemudian meminta sopir untuk menghentikan laju kendaraannya. Ia lalu turun dan menyambangi ketiga petani yang memang sengaja menghadangnya.
“Eh, ada apa ini, kok tiba-tiba nulis seperti ini. Lha banjirnya sejak kapan, ” tanya Ganjar kepada salah seorang petani.
“Sudah lebih dari 20 tahun air yang meluap di sungai ini pasti meluas ke jalan. Jadi kami para petani spontan minta bantuan pak Ganjar. Ini mumpung beliau lewat karena kami tidak tahu mengadu kemana,” ujar Murodi (64).
Menurutnya banjir setinggi 60 centimeter selalu menggenangi pemukiman dan lahan itu selalu datang setiap musim hujan dan meluap ke dua dusun, yakni dusun Waru Krajan dan Waru Kalimas.
“Terakhir banjir dua hari lalu. Ini baru surut setelah kita perbaiki alirannya. Makanya kami minta agar sungai dinormalisasi, ” kata pria bercaping dan berkaos warga orange tersebut.
Menanggapi keluhan itu, Ganjar kemudian langsung mengecek kondisi sungai yang ternyata mengalami penyempitan. Kondisi lain, anak sungai dari aliran sungai Kalimas itu bahkan beberapa tertutup oleh bangunan.
“Ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) mesti membereskan. Karena selain penyempitan, rupanya warga juga kurang merawat sungai. Maka saya minta mereka juga peduli, ” katanya.
Ganjar pun melalui stafnya langsung menghubungi pihak BBWS untuk melakukan normalisasi sungai agar banjir tak lagi menggenang. Perangkat desa saat itu juga diintruksikan untuk segera melaporkan kondisi itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Demak.
“BBWS rencananya hari ini langsung kirim alat. Tapi yang lebih penting rupanya rakyat belumm tahu menyampaikan kemana. Maka saya minta mereka terlibat. Minimal masyarakat peduli dengan lingkunganya, ” jelasnya, seperti dilansir merdeka.com.
Diketahui Ganjar melewati kawasan itu dalam roadshow untuk bisa bertemu langsung dengan warganya. Kali itu Ganjar dijadwalkan mengunjungi Demak, Pati Rembang, dan Jepara.




