Kendatipun sudah ada BPJS, pelayanan kesehatan untuk kaum dhuafa masih saja kurang. Ini mengantarkan Dompet Dhuafa untuk terus mengembangkan rumah sakit berbasis wakaf agar para dhuafa terlayani kesehatannya.
Jumlah penerima manfaat BPJS Kesehatan atau JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) terus meningkat signifikan sejak resmi beroperasi tiga tahun silam. Data terakhir per 28 Oktober 2016, Peserta Program JKN berjumlah 170.213.981 dari 255 juta penduduk Indonesia.
Kendatipun demikian, pelayanan kesehatan untuk masyarakat itu ternyata masih saja belum cukup. Di luar sana, masih terdengar keluhan bahwa masih banyak dhuafa yang belum mendapatkan jaminan kesehatan dari negara. Karena itu lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa, yang peduli dengan kesehatan kaum dhuafa berinisiatif untuk mendekatkan pelayanan rumah sakit yang melayani kaum dhuafa di masyarakat.
Dikatakan Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ismail A. Said, sejak 2001 Dompet Dhuafa sudah bergerak melayani kesehatan kaum dhuafa, namun tetap saja hasilnya belum maksimal. Oleh sebab itu, lanjut Ismail, mulai tahun 2016 ini, Dompet Dhuafa berkeinginan memperbanyak jaringan pelayanan kesehatan. Baik dalam bentuk klinik maupun rumah sakit.
“Berdasarkan pengalaman Dompet Dhuafa sejak tahun 2001 mendirikan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC). Sekarang LKC itu sudah ada 6 di seluruh Indonesia, 12 Gerai Sehat dan dan didukung dengan klinik pengobatan dasar berupa Pos Sehat. Jumlahnya pun sudah lebih dari 50 di seluruh Indonesia yang tersebar dari Aceh sampai Papua,” ungkap Ismail.
Pengalaman lain Dompet Dhuafa, sudah berhasil membangun Rumah Sakit (RS) Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa yang dibangun pada awal Januari 2010 dan pada Juli 2012 sudah dapat beroperasi secara penuh.
“Alhamdulillah, pembangunan Rumah Sakit ini dapat terwujud karena partisipasi donatur Dompet Dhuafa yang menyalurkan dana wakafnya kepada Dompet Dhuafa untuk membangun RST. Jumlahnya cukup fantastis, hanya dalam dua tahun terkumpul dana sebanyak Rp30 miliar untuk mendirikan RS RST ini,” terang Ismail. “Dengan dana segitu, jadilah RS RST DD yang merupakan rumah sakit pertama di Indonesia melayani pasien dhuafa dengan 100 persen gratis.”
Bertitik tolak dari pengalaman tersebut, kata Ismail, maka mulai 2016 ini Dompet Dhuafa bertekad mengembangkan rumah sakit yang berbasis wakaf. Artinya, seluruh investasi; pembelian tanah, pembelian alat kesehatan, di setiap rumah sakit tersebut, dibiayai dengan dana wakaf.
“Kita sangat yakin pengembangan rumah sakit ini akan berhasil, karena kita mengetahui bahwa jumlah umat muslim di Indonesia juga besar dan banyak pula dari mereka yang memiliki harta kekayaan,” tambah Ismail.
Dengan berwakaf untuk membangun dan mengembangkan rumah sakit, insya Allah akan banyak kaum muslimin dhuafa yang akan terbantu. Amal baik ini akan terus mengalir sepanjang masa, walaupun donatur itu suatu hari sudah tiada.
Untuk membulatkan tekad ini, setiap tahunnya, Dompet Dhuafa akan berupaya menambah jaringan rumah sakit minimal 30 rumah sakit. Paling tidak untuk 5 tahun pertama sejak 2016 ini.
Rumah sakit ini akan dibangun berbasis wakaf wakaf produktif. Nanti keuntungan yang diperoleh dari operasional rumah sakit ini, sebagian akan disalurkan kepada kaum dhuafa dan sebagian lagi, dijadikan modal untuk menambah jaringan rumah sakit baru. Untuk mempercepat pengembangan jaringan rumah sakit ini Dompet Dhuafa melakukan beberapa pola yang ditempuh.
Pertama, rumah sakit dibangun dengan dana wakaf kepemilikannya atas nama Dompet Dhuafa sebagai nazir. Kedua, Dompet Dhuafa mengambil alih rumah sakit yang sudah tidak sanggup lagi dikelola oleh pemilik lama.
Sedangkan untuk operasionalnya, rumah sakit-rumah sakit ini diarahkan mandiri. Di mana pelayanannya meliputi beberapa tipe. Tipe pertama, pasiennya adalah peserta BPJS, baik yang disubsidi pemerintah maupun yang mandiri. Kedua, pasien dhuafa yang belum menjadi member BPJS. Pasien ini akan digratiskan dengan biaya zakat dan Ketiga, pasien umum yang berbayar.
Selain itu, rumah sakit ini akan memberikan fasilitas tambahan jika diperlukan, seperti pelayanan ambulans untuk mengantar pasien dhuafa dan juga diperlukan mobil jenazah, insya Allah semuanya diberikan secara gratis.
Dengan semua upaya itu, inilah mimpi Dompet Dhuafa dalam jangka panjang, ingin memiliki rumah sakit minimal 1 di setiap kabupaten dan kotamadya. Mimpi besar ini, akan terwujud jika masyarakat khususnya umat Islam berbondong-bondong mengamanahkan wakafnya kepada Dompet Dhuafa. Semoga! – Maifil Eka Putra
Tentang RS AK Medika Sribhawono
Awalnya, rumah sakit ini dimiliki oleh seorang dokter spesialis jantung pertama di Provinsi Lampung. Kini, RS tersebut telah dialihkan dan dikelola Dompet Dhuafa dengan konsep wakaf produktif.
RS yang terletak di Jl. Ir. Sutami No.1 Lampung Timur ini terdiri dari dua lantai, dengan total luas 12.500 meter persegi. Saat ini RS tersebut telah memiliki fasilitas berupa:
- 46 tempat tidur, termasuk perawatan intensif
- 4 ruang poliklinik, praktik umum, poli penyakit dalam, anak, dan bedah
- 1 ruang IGD
- 2 kamar tindakan; kamar bedah dan kamar bersalin
- 3 ruang penunjang medis: farmasi, radiologi, dan laboraturium
- 1 ruang kantor.
Dompet Dhuafa membuka peluang kerja sama bagi donatur yang berminat mengelola RS AK Medika bersama-sama dengan konsep wakaf produktif. Tujuannya agar RS ini menjadi lembaga yang berorientasi maslahat bagi umat, dan bersama meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.





