Banjir, Jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo Ditutup

ilustrasi Banjir bandang Pasuruan/ Twitter Sutopo_BNPB

PASURUAN – Banjir akibat meluapnya Sungai Welang membuat jalur pantura Pasuruan-Probolinggo tepatnya di Kecamatan Kraton ditutup, Selasa (24/1/2017) sekitar pukul 23.47.

Ketinggian air yang menggenangi jalur tersebut adalah berkisar 40 – 60 sentimeter. Jalur satu-satunya ini terputus total, kendaraan dari arah Surabaya ataupun sebaliknya tidak bisa melintas. Ada sejumlah petugas yang terlihat berjaga di lokasi untuk memberitahukan bahwa jalur ini ditutup untuk sementara.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan Gangsar mengatakan, jika jalur ini tetap dibuka akan sangat membahayakan.

“Akan banyak kendaraan baik roda dua, empat, atau bahkan lebih yang mogok. Ketinggian air sudah cukup tinggi, tidak bisa dipaksakan kendaraan melintas,” katanya, Rabu (25/1/2017) dini hari.

Dia mengatakan bini disanjir ebabkan karena sungai welang meluap. Debit air memang cukup banyak sehingga tidak bisa menampung. Selain itu, didukung juga dengan hujan intensitas sedang yang berlangsung sangat lama.

“Hujan daritadi siang – sampai malam ini belum terang sama sekali. Ini membuat debit air semakin meningkat, apalagi daerah atas seperti Malang, Purwodadi dan Purwosari juga masih hujan,” terangnya.

Sementara itu Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Hari Subagyo mengatakan, untuk sementara arus lalu lintas dialihkan. Bagi kendaraan yang menuju ke Probolinggo diminta untuk lewat Bangil menuju Pandaan. Setelah itu, melintasi Purwodadi, Kejayan, Kota dan menuju ke Probolinggo.

“Juga sebaliknya, bagi kendaraan yang menuju ke Surabaya diminta untuk melewati jalur yang sama yakni Purwodadi terus ke arah Surabaya. Nanti akan ada pemberitahaun lebih lanjut jika jalur sudah dibuka kembali,” pungkasnya, dikutip dari Surya Malang.

Advertisement