Tahun 2017 Yaman Terancam Kelaparan Berat

Foto Aljazeera

JENEWA – Kepala bantuan PBB telah memperingatkan krisis kemanusiaan di Yaman  semakin meningkat dan tahun 2017 ini Yaman akan menghadapi kelaparan berat.

Yaman merupakan salah satu negara Arab yang miskin sejak perang terjadi dimana  koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye pemboman di Maret 2015 untuk mendorong kembali Iran yang didukung pemberontak Houthi yang merebut ibukota, Sanaa, dan kota-kota lainnya.

“Konflik di Yaman sekarang pendorong utama ketahanan pangan dalam kondisi darurat dan terbesar di dunia,” ujar Stephen O’Brien,  Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, mengatakan kepada Dewan Keamanan.

“Jika tidak ada tindakan segera, kelaparan akan terjadi di tahun 2017.” lanjutnya, seperti dilansir AFP, Kamis (26/1/2017).

Sekitar 14 juta orang – hampir 80% dari seluruh penduduk Yaman,  membutuhkan bantuan makanan, setengah dari mereka adalah sangat rawan pangan, kata O’Brien.

Setidaknya 2 juta orang membutuhkan bantuan makanan darurat untuk bertahan hidup, ia menambahkan.

Situasi ini sangat mengerikan bagi anak-anak dimana  2,2 juta bayi kini menderita kekurangan gizi akut, dan angka tersebut meningkat 53% dari akhir 2015.

“Secara keseluruhan, penderitaan anak-anak tetap suram, anak di bawah usia 10 meninggal setiap 10 menit,” kata O’Brien.

O’Brien juga mengingatkan  bahwa Yaman bisa kehabisan gandum dalam bulan karena bank asing tidak lagi menerima transaksi keuangan dengan banyak bank-bank komersial negara itu.

Karenanya, PBB menyerukan gencatan senjata di Yaman untuk memungkinkan pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan sebelum pembicaraan politik dilakuakn untuk mengakhiri perang.

Advertisement