BANGLADES – Pemerintah Bangladesh berencama memindahkan puluhan ribu pengungsi Rohingya Muslim ke sebuah pulau kecil dan rentan di Teluk Benggala.
Sebuah instruksi pemerintah mengatakan mereka akan ditransfer ke Thengar Char sebelum dipulangkan ke Myanmar.
Kelompok-kelompok HAM telah menyatakan keberatan atas rencana tersebut, dan mengatakan hal tersebut sebagai relokasi paksa.
Diketahui Thengar Char kerap dilanda banjir pasang, dan tidak memiliki jalan atau pertahanan banjir. Seorang pejabat di wilayah tersebut mengatakan kepada kantor berita AFP, Thengar Char hanya dapat diakses selama musim dingin dan merupakan surga bagi bajak laut.
Ia juga mengatakan pohon telah ditanam dalam upaya untuk melindungi tanah dari banjir, namun upaya tersbeut tidak pernah berhasil. “Selama musim hujan akan benar-benar banjir” katanya.
Relokasi muslim Rohingya kesana sama saja dengan ide yang buruk. Setelah ditolak di Myanmar, Rohingya ditolak kewarganegaraan dan diperlakukan sebagai migran ilegal dari Bangladesh.
Sekitar 65.000 Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh sejak Oktober, dan melarikan diri dari kekerasan di negara bagian barat Myanmar Rakhine.
Sebanyak 232.000 orang sudah tinggal lebih dulu di pengungsian dengan fasilitas yang sanagt memprihatinkan.
Kini pemerintah Bangladesh telah membentuk sebuah komite dari pejabat negara untuk membantu mengidentifikasi dan merelokasi warga negara Myanmar yang tidak berdokumen.





