JENEWA – Dana anak-anak PBB (UNICEF) memberikan peringatan keras bahwa jutaan anak-anak yang terjebak dalam willayah konflik beresiko meninggal karena kekurangan gizi yang akut.
Untuk itu UNICEF mengajukan permintaan dana 3,3 milyar dolar untuk bantuan penyelamatan jiwa tahun ini. Bantuan ini diperuntukkan 81 juta orang, lebih dari setengahnya anak-anak, di 48 negara yang hancur karena perang, bencana alam atau keadaan darurat kemanusiaan lainnya.
Jumlah terbesar dari dana tersebut, senilai $1,4 miliar diperuntukkan membantu 17 juta anak-anak dan keluarga yang terjebak dalam perang di wilayah
Pengungsi Suriah tersebar di lima negara tetangga, Turki, Yordania, Lebanon, Irak dan Mesir dan Suriah akan memasuki tahun ketujuh perang pada bulan Maret.
Manuel Fontaine, direktur program darurat untuk Dana Anak-anak PBB , mengatakan’ Suriah merupakan negara yang mengalami krisis kemanusiaan terbesar yang dihadapi lembaga tersebut.
“Keprihatinan khusus adalah keadaan dari sekitar 400.000 anak-anak yang berada di daerah terkepung,” katanya. “Yang kami butuhkan adalah akses berkelanjutan dan tanpa hambatan”. ujaranya, seperti dilansir VOA, Rabu (1/2/2017).
Sementara memuji kemurahan hati dari lima negara tuan rumah, Fontaine mengatakan bahwa keadaan 2,8 juta anak-anak pengungsi sangat sulit, karena dalam banyak hal mereka dipaksa untuk bekerja dan menghadapi risiko ancaman.





