JAKARTA, KBKNEWS.id — Sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan mulai Senin (10/8/2026).
Kebijakan ini diambil setelah ditemukan 996 pucuk senjata, narkotika, dan CD porno di lingkungan sekolah.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyatakan keprihatinannya atas temuan tersebut. Ia meminta kepolisian mengusut kasus secara tuntas dan memastikan siswa tetap aman secara fisik maupun psikologis.
Arifah menegaskan anak-anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan menjadi tanggung jawab mereka. Pihak sekolah juga diminta memperkuat pengawasan serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ruangan dan fasilitas sekolah.
Komnas Anak DKI Jakarta turut menyoroti kasus tersebut. Ketua Umum Komnas Anak DKI Jakarta Cornelia Agatha menegaskan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan ramah bagi anak. Ia juga meminta perhatian diberikan terhadap kondisi psikologis para siswa setelah temuan tersebut.
Sementara itu, pihak yayasan sekolah mengatakan PJJ diberlakukan sementara untuk menjamin keamanan siswa. Selama PJJ berlangsung, pihak sekolah mendorong kepolisian melakukan sterilisasi terhadap area sekolah yang diduga masih menyimpan barang-barang lain.
Sebanyak 996 pucuk senjata diketahui ditemukan secara bertahap. Rinciannya, 995 pucuk merupakan senapan angin, sedangkan satu lainnya merupakan senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA milik pria berinisial DS, seorang direktur di PT Lokta Karya Perbakin.
Pihak sekolah juga telah berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk membahas penanganan kasus tersebut. Polisi kini masih melakukan penyelidikan terhadap temuan senjata dan barang-barang lainnya di sekolah tersebut.





