ALOR (KBK) – Tim Respon Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, masih bertahan di Alor, pasca gempa dengan kekuatan 6,2 Skala Richter (SR), Rabu (4/11/2015), mengguncang Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya. Gempa itu menyebabkan sebanyak 214 unit rumah warga rusak parah.
Hal itu disampaikan Direktur DMC-DD Asep Beny kepada KBK, Selasa (10/11/2015).
“Tim saat ini sedang melakukan tugas recoveri setelah bencana tersebut, konsentrasi utama adalah membuatkan hunian sementara untuk penduduk yang kehilangan tempat tinggal,” jelas Asep.
Dari tim respon di lapangan, kata Asep, kebutuhan mendesak untuk kawasan tersebut selain hunian sementara adalah kebutuhan bayi, alat sekolah, air bersih untuk diminum dan makanan siap saji.
“Tim respon di lokasi sudah mendistribusikan pakaian layak pakai untuk 100 KK pengungsi dan 33 terpal untuk hunian sementara untuk dua desa; Desa Tanglepui dan Cobra, Kecamatan Alor Timur, NTT.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT, AKBP Jules Abraham Abast, kepada media lokal mengatakan, 214 rumah rusak; 167 rusak berat dan 47 unit lainnya rusak ringan.
Selain rumah warga yang rusak dan satu warga yang patah di bagian tangan, adapula dua gereja yang rusak ringan dan satu rusak berat.
“Satu Puskesmas rusak, dua posyandu ambruk, satu PAUD, SD, SMP dan SMK juga ikut rusak,” ungkap Jules.
Menurut Asep Beny, gempa susulan sampai hari ini masih sering terjadi di Alor meski dalam skala kecil




