Atasi Migrasi Ilegal, Italia-Tunisia Jalin Kerjasama

ilustrasi/Foto: Al Jazeera

Roma – Migrasi ilegal masih banyak yang berada di Eropa. Bahkan jumlahnya tidak sedikit.

Guna menghadapi persoalan itu, pemerintah Tunisia dan Italia, Kamis (9/2), membuat perjanjian kerjasama mengenai peningkatan pemberantasan migrasi ilegal, demikian dilansir AFP.

Perjanjian itu mencakup kerja sama di bidang kebudayaan, kesehatan, transportasi, energi dan keamanan. Kesepakatan tersebut ditanda tangani di Roma oleh Menteri Luar Negeri Italia Angelino Alfano dan Menteri Luar Negeri Tunisia Khemaies Jhinaoui.

Perjanjian  mencakup kesepakatan penanganan migrasi. Alfonso mengatakan kedua negara “bekerja sama secara terpadu untuk menghentikan para pelaku penyelundupan manusia di Mediterania tengah.”

Sebelumnya, Itali  sudah sepakat  perjanjian dengan Tunisa yang memungkinkan otoritas Italia mendeportasi warga asal negara Afrika Utara tersebut yang masuk sebagai imigran ilegal atau melanggar ketentuan visa mereka.

Roma ingin mempercepat prosedur dalam kasus-kasus tersebut dan tekanan atas hal itu kian besar karena Anis Amri, warga negara Tunisia yang diduga menjadi pelaku penyerangan pasar Natal di Berlin pertengahan Desember tahun lalu.

Amri tewas ditembak polisi di Milan lima hari kemudian. Ia diduga diradikalisasi saat mendekam di penjara Italia selama hampir empat tahun.

Ketika hukumannya berakhir, ia dijadwalkan dideportasi di Tunisia, tetapi karena penundaan saat pengurusan dokumen ia berhasil pergi ke Jerman

Advertisement