Banjir Terjang Lamandau, Ketinggian Hingga Dua Meter

Ilustrasi, warga Bojonegoro mengungsi karena banjir/ antara

LAMANDAU – Empat desa di Kecamatan Menthobi Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah dilanda banjir akibat luapan Sungai Menthobi, bahkan banjir ketinggiannya mencapai dua meter.  \

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, Masdiani mengatakan akibat banjir tersebut aktifita warga lumpuh, meskipun dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Banjir tertinggi yang mencapai dua meter terjadi di  Desa Batu Ampar (Menthobi Raya). Karena, akses jalan perkampungan praktis tak bisa dilewati, untuk hilir mudik pun harus menggunakan sampan.

“Praktis warga di sana (daerah terdampak banjir) itu sulit untuk beraktivitas, karena debit airnya tinggi, paling beberapa diantaranya mengungsi ke tempat sanak saudarnya yang tidak terkena banjir,” ujar Masdiani.

Camat Menthobi Raya, Riko Purwanto mengatakan, khusus untuk tiga desa di wilayahnya (Lubuk Hiju, Topalan dan Batu Ampar) sempat dibuat panik karena air cepat naik sehingga menenggelamkan sejumlah rumah di perkampungan.

“Tapi saat ini sudah berangsur pulih, karena debit air kian menurun. Seperti halnya di desa Topalan, dimana debit air di perkampungan sudah menyusut, tinggal menyisakan genangan di sekitaran kantor desa yang posisinya berada di dataran paling rendah,” kata Riko, dikutip dari Okezone.

Sebelumnya, empat desa di Kabupaten Lamandau, Kalteng terendam banjir 1 meter, yakni tiga desa di Kecamatan Menthobi Raya, kemudian satu desa di Kecamatan Bulik Timur. Kejadian ini disebabkan tingginya intensitas hujan sejak beberapa hari terakhir.

Daerah yang terkena banjir yakni di Desa Lubuk Hiju, Desa Batu Ampar dan beberapa wilayah lainnya di Desa Topalan, Kecamatan Menthobi Raya. Sedangkan di Kecamatan Bulik Timur, yakni Desa Pedongatan.

Advertisement