Bojonegoro–Tanah retak yang terjadi di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur lokasinya jauh dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah.
“Tidak ada kegiatan operasi kita di daerah tersebut (lokasi tanah retak), sedangkan dua sumur minyak yang ada lokasinya jauh,” kata Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, Agus Amperiyanto, di Cepu, Sabtu (18/2) seperti dilansir Antara.
Ia menyampaikan hal itu setelah menerima hasil survei geodetik (pemetaan) yang dilakukan Tim Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, di lokasi tanah retak di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, sehari lalu.
Dari hasil survei geodetik, menurut dia, lokasi sumur aktif kerja sama operasi (KSO) terdekat Kw.55, berjarak 966 meter (garis lurus) kearah tenggara.
Satu sumur minyak lainnya DDG.P1 berjarak 1.360 meter (garis lurus) ke arah barat laut dari lokasi kejadian.
“Tanah yang retak dan mengalami penurunan terdiri dari lembah, lereng dan perbukitan yang di bawahnya ada sungai,” jelas dia.
Masih sesuai hasil survei geodetik, kata dia, tanah di lokasi setempat semacam tanah lepas/berpori, sehingga berpotensi terjadi penurunan tanah dari patahan/sinklin bagian bawah.
Apalagi, lanjut dia, di atasnya ada beban (sejumlah rumah warga) didukung dengan kondisi cuaca yang sering turun hujan.
Ia memperkirakan luas penurunan/retakan di kawasan setempat sekitar 7,5 ha dengan ketinggian elevasi dari bibir sungai sekitar 20 dan berada di ketinggian 186 m dari permukaan air laut.
“Tanah seluas itu apabila terjadi penurunan tanah hampir 1 meter akan menimbulkan suara gemuruh, juga dentuman akibat bunyi yg ditimbulkan dari retakan tanah dari pondasi rumah maupun tanaman,” paparnya.
Sesuai perhitungan, menurut dia, terjadinya penurunan tanah di lokasi setempat bisa terjadi dalam kurun waktu lama.
“Kami harapkan masyarakat tetap tenang dan waspada, sebab jauh dari lokasi operasi,” ucapnya menambahkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo, sebelumnya, menjelaskan saebanyak 4 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 11 jiwa, yang menempati tujuh rumah akan direlokasi.
“Relokasi dilakukan karena lokasi tanah milik warga itu rawan terjadi longsor susulan,” ucapnya menambahkan.





