Ketinggian Air Bengawan Solo Meningkat, Status Masih Dibawah Siaga Banjir

Ilustrasi mengukur ketinggian air Bengawan Solo/ madiunpos

BOJONEGORO – Meskipun ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, Bojonegoro naik, namun statusnya masih di bawah siaga banjir hingga hari ini, Kamis (23/2/2017).

Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro Sulistyo, mengatakan ketinggian tersebut meningkat sejak dua hari terakhir.

Menurut dia, ketinggian air di Bojonegoro juga di daerah hilirnya di Lamongan, cenderung surut, sebab di daerah hulu Ngawi, Solo, Jawa Tengah, ketinggian air Bengawan Solo cenderung turun.

“Di hulu, Ngawi dan Solo, Jawa Tengah, tidak terjadi banjir, sehingga ketinggian air di hilir Jawa Timur, akan surut sepanjang tidak ada tambahan air hujan,” jelasnya, kepada Antara.

Ia mengatakan, kenaikan air di hilir Jawa Timur dipengaruhi hujan di Ngawi, Ponorogo dan sekitarnya, dua hari lalu. Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro cenderung naik, tetapi masih di bawah siaga banjir dengan ketinggian  mencapai 12,83 meter, Kamis pukul 06.00 WIB.

Ketinggian air di daerah setempat meningkat dibandingkan dengan tiga jam sebelumnya yang hanya mencapai 12,70 meter (siaga I – 13,00 meter). Hal yang sama juga terjadi di daerah hilirnya, Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, statusnya masuk siaga I masing-masing 7,14 meter, 4,99 meter, 3,74 meter dan 1,74 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo optimistis apabila terjadi banjir luapan Bengawan Solo di hilir tidak terlalu besar, sebab curah hujan ada kecenderungan mulai turun.

Meski demikian, kata dia, kewaspadaan menghadapi ancaman banjir tetap dilakukan, karena dengan kondisi tanah di daerahnya yang sudah jenuh air masih berpeluang terjadi banjir bandang. “Begitu di daerah kami turun hujan deras bisa dipastikan terjadi banjir bandang,” kata dia

Advertisement