PANGKALAN – Banjir di kawasan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, ada empat korban telah menyebabkan longsor dan tercatat empat orang tewas akibat bencana tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jalan negara yang menghubungkan Sumbar-Riautidak bisa dilalui lantaran te rdapat 13 titik lokasi longsor di wilayah tersebut.
Bencana longsor tersebut telah menimpa delapan mobil dan diketahui empat orang meninggal dunia,
“Titik tertinggi dan terparah 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan akibat meluapnya Sungai Maek,” kata Sutopo, dikutip dari metrotvnews.
Tim gabungan BPBD Lima puluh kota bersama Polisi (Brimob), TNI, Basarnas, PLN, Dinas Sosial, Dinkes, dan para Relawan kini tengah berupaya membersihkan material longsor tersebut. Logistik dan bantuan perahu karet untuk evakuasi belum bisa masuk lantaran terhalang di tiga titik longsor yang lebih besar.
Sutopo menambahkan, hingga kini saluran komunikasi masih sulit dilakukan lantaran PLN mesti mematikan arus listrik. Beberapa daerah di kawasan tersebut mengalami blank spot sinyal.
“Pendataan warga terdampak banjir terutama di Kec Pangkalan belum dapat dilakukan dengan maksimal karena belum dapat tembus ke lokasi sehingga data jumlah KK/jiwa terdampak belum dapat terlaporkan,” paparnya.





