JAKARTA – Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)Â hingga Ahad, 5 Maret 2017 pukul 21.30 WIB jumlah korban longsor dan banjir di Limapuluh Kota, Sumatera Barat bertambah, yakni enam korban tewas dan dua orang luka berat
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban tewas akibat tertimbun saat terjadi tanah longsor antara lain Doni Fernandes 33 tahun, Teja 19 tahun, Yogi Saputra 23 tahun, dan Karudin 25 tahun. Dua korban tewas akibat hanyut dan terendam banjir yakni Muklis 45 tahun, dan seorang bayi berusia dua hari. Sedangkan dua korban luka berat karena longsor antara lain Syamsul Bahri 22 tahun, dan Candra 42 tahun.
Sementara itu informasi dari Posko, seorang bayi meninggal di Puskesmas Pangkalan. Setelah prosesi kelahiran di Puskesmas pada 1 Maret 2017, bayi dimasukkan pada inkubator. Namun saat masih dalam inkubator tiba-tiba air deras masuk dan merendam Puskesmas Pangkalan sehingga bayi tidak dapat diselamatkan pada hari berikutnya.
“Saat kejadian listrik padam karena banyak tiang listrik roboh terkena longsor,” tutur Sutopo, dikutip dari Tempo.
Banjir dan longsor terjadi pada 25 titik, yakni 13 titik longsor dan 12 titik banjir. Longsor tersebar pada sembilan titik di Kecamatan Pangkalan. Sedangkan banjir tersebar pada tujuh kecamatan dengan titik banjir tertinggi mencapai 1,5 meter di Kecamatan Pangkalan yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban dan sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.





