CIREBON – Maraknya wabah flu burung di wilayah Cirebin, Jawa Barat diakui Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon masih kurang dalam melakukan vaksinasi unggas karena jumlah vaksin yang tersedia tidak mencukupi.
“Vaksin yang disalurkan hanya kepada masyarakat yang menggunakan metode pembuatan kandang dan untuk unggas yang kategori tidak di kandang atau liar terpaksa tidak kami vaksin, karena kurangnya vaksin,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Ali Efendi.
Populasi unggas di Kabupaten Cirebon diperkirakan mencapai tiga juta ekor, namun tahun ini total jumlah vaksin yang akan disalurkan sebanyak 75.000 dan jumlah tersebut hanya disalurkan kepada peternak hewan saja.
Karenanya masih sedikit hewan unggas yang terlindungi oleh vaksin dan mendapatkan perlakuan layak dan maraknya jumlah peternak di Kabupaten Cirebon menjadi rawan atas penyebaran virus ini.
Selain itu, belum semua masyarakat sadar lingkungan dan dampak dalam setiap pemeliharaan unggas, seperti pembuatan dan pengelolaan sanitasi yang bagus hingga kesadaran akan pentingnya pemberian vaksin.
Beberapa hari ini di Kabupaten Cirebon tengah digegerkan dengan maraknya wabah flu burung, dimana sejumlah hewan unggas milik warga mendadak mati dan bahkan salah seorang warga meninggal akibat diduga terkena virus Flu Burung.
Pihaknya sudah bertemu dengan keluarga korban yang meninggal diduga terkena flu burung di Desa Pangenan Kabupaten Cirebon dan saat berkunjung ke kediaman korban, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap hewan ayam yang dipelihara.
“Peliharaan unggas korban kami periksa, namun hasilnya negatif,” katanya, dilansir Antara, Rabu (8/3/2017).
Namun, saat dilakukan pengecekan di kandang itik yang lokasinya sekiar 400 meter dari rumah korban hasilnya 105 ekor itik positif terkena flu burung,.




