
“Begitu besar jasa rumah sakit AKA bagi anak ini, saya ingin selipkan nama “AKA” di nama anak saya nanti”. (Supardi, 37 Tahun)
LAMPUNG TIMUR (KBK) – Kelahiran anak pertama tentu menjadi kebahagian tersendiri bagi setiap orang tua, seperti halnya yang dirasakan oleh Supardi (37) Warga Desa Bojong, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.
Hari yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba juga, awal bulan lalu, si jabang bayi sebentar lagi segera terlahir ke dunia. Namun kebahagiaan yang dinanti justru bercampur rasa cemas. Pasalnya, Bidan desa setempat menyatakan bahwa istri Supardi tidak bisa melahirkan secara normal dan harus dilakukan tindakan caesar. Terlintas di benak Supardi akan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi caesar anak pertamanya itu.
“Saya bingung Pak dapat uang darimana, tapi bidannya sudah menyuruh saya membawa istri ke rumah sakit untuk operasi caesar”, terang Supardi kepada KBK, di Lampung Timur, Kamis (16/3/2017), seusai melakukan kontrol persalinan isteri dan anaknya.
Tak tega melihat kondisi istri yang terus meringis kesakitan, Supardi lantas tak mau berfikir panjang dan tak mau mengambil risiko akan hal-hal yang tidak diinginkan yang akan menimpa istri dan juga anaknya.
“Malam itu sekitar pukul 00.00 wib, saya bawa istri saya keluar dari rumah Bidan, lalu saya pergi ke pinggir jalan untuk menyetop mobil apa saja yang lewat untuk mengantar isteri ke rumah sakit. Alhamdulillah, ada mobil travel yang lewat,” kisah Supardi dengan mata berkaca.
“Ketika sopir mengentikan mobilnya, saya berterus terang kepada sopir, bahwa isteri saya harus melahirkan dan dibawa ke rumah sakit, kata bidan tidak bisa lahir normal dan harus dioperasi. Namun saya tidak punya uang untuk menyewa ambulan dan untuk biaya rumah sakit, saya ingin mengantarkan dulu isteri saya ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan. Urusan uang rumah sakit nanti saya pikirkan,” ungkap Supardi kepada Sopir travel.
Mendengar keluhan Supardi, hati Sopir travel itu pun luruh dan dengan sukarela mengantarkan Supardi dan Isteri ke rumah sakit terdekat, RS. AKA Medika Sribawono Dompet Dhuafa, Lampung Timur.
Sesampai di rumah sakit, Supardi dapat sedikit bernafas lega, masih ada orang baik yang mau menumpangi dirinya beserta istri untuk bisa sampai ke rumah sakit itu.
Di rumah sakit itu, isterinya langsung masuk ke IGD dan ruang operasi, karena kondisinya sudah harus mendapat pertolongan. Selama penantian isterinya dioperasi, pria yang sehari-hari hanya bekerja serabutan ini terus dirundung rasa cemas. Langkah kakinya pasrah membawanya ke lorong gelap dekat ruang penyimpanan Genset rumah sakit yang berada tepat di belakang kamar operasi.
Di sana ia mengaku melamun dan mengasingkan diri, ia masih memikirkan bagaimana bisa ia menutupi biaya operasinya yang tidak sedikit itu.
“Jujur pada saat itu, saya sudah pasrah Pak, kalau pun saya harus dipenjara, dimarahi sampai dipukuli, saya terima. Asalkan anak istri saya bisa pulang, saya benar-benar tidak punya uang Pak,” tambahnya.
Ternyata setelah selesai operasi persalinan lancar dan dirawat selama dua hari di Rumah Sakit itu, ia diperbolehkan pulang. Ia sangat terkejut ketika pihak rumah sakit membebaskan seluruh biayanya. Ia pun menangis terisak saking harunya, karena isteri dan anaknya sudah mendapat pelayanan yang baik di rumah sakit itu secara gratis.
“Rumah Sakit AKA Medika Dompet Dhuafa membebaskan seluruh biaya persalinan istri saya yang semua totalnya 8 Juta Rupiah untuk tindakan operasi caesar. Hingga hari ini, kondisi Istri saya sangat baik, bayi yang dilahirkan pun juga sehat, namun harus tetap menjalani kontrol di Poli Kebidanan & Poli Anak Rumah Sakit AKA Medika Dompet Dhuafa setiap sepekan sekali.
“Saya sangat tidak menyangka, baru ini saya melihat ada rumah sakit seperti ini, bahkan untuk kontrol kami malah dijemput pakai ambulan ke rumah kami. Begitu besar jasa rumah sakit AKA bagi anak ini, saya ingin selipkan nama “AKA” di nama anak saya nanti”.
Kini kebahagian Supardi terasa sempurna, karena anggota keluarga kecilnya menjadi bertambah. Supardi mengaku, dengan segala keterbatasan yang saat ini dijalani, membuat ia semakin mendalami makna perjuangan. Perjuangan menjaga anggota keluarga, menjaga istri dan sang buah hati untuk selalu sehat.




