LAUT MATI—Para pemimpin Arab pada Rabu mendesak semua negara tidak memindahkan kedutaan besar mereka di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Mereka juga meminta tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Para pemimpin Arab juga memperingatkan Israel tidak melakukan tindakan sepihak untuk berusaha mengubah kondisi di Yerusalem. Desakan ini merupakan salah satu isi Deklarasi Amman yang disampaikan pada penutupan Pertemuan Puncak Liga Arab Ke-28.
“Kami mengirim pesan perdamaian kepada dunia. Kami ingin perdamaian dan kami mengadakan pembahasan yang jujur dengan utusan AS yang menghadiri Pertemuan Puncak ini,” kata Menteri Urusan Luar Negeri Yordania Ayman Safadi dalam satu taklimat setelah pengumuman Deklarasi Amman yang dilansir Antara, Kamis (30/3/2017).
Seruan itu mengirim pesan jelas kepada Pemerintah AS, terutama sejak Presiden Donald Trump belakangan mengatakan Washington secara sungguh-sungguh mempertimbangkan memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Mereka menyeru masyarakat internasional agar melakukan tindakan dalam menerapkan Resolusi 2334 PBB untuk 2016. Resolusi itu menetapkan Permukiman Yahudi tidak memiliki keabsahan dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
Mereka menyatakan kegiatan permukiman itu merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan menjadi penghalang utama bagi terwujudkan perdamaian. Para pemimpin Arab tersebut menekankan pekerjaan mereka yang berlanjut untuk meluncurkan kembali pembicaraan perdamaian yang serius dan efektif antara Palestina dan Israel.
Mereka juga menyerukan dibebaskannya semua tahanan dan diselesaikannya masalah pengungsi sejalan dengan resolusi internasional mengenai masalah tersebut. Kesepakatan perdamaian menawarkan kepada Israel hubungan normal dengan semua negara Arab sebagai imbalan bagi penarikan dari wilayah yang didudukinya sejak 1967.





