Ingin Berikan Mahkota Terindah Bagi Orangtua, Anak ini Belajar Menghafal Al-quran

Abdullah Ahmad/ Solopos

BOYOLALI – Sungguh berbakti dan mulia niat siswa SMA Bhinneka Karya (BK) 2 Boyolali, Abdullah Ahmad (17), karena ia belajar menghafal Al-quran untuk memberikan hadiah mahkota terindah bagi orangtuanya di akhirat kelak.

Disaat seorang remaja banyak kemauan dan sedang mencari identitas diri dengan banyak bermain, Abdullah tidak melupakan urusan agama, dengan menyempatkan waktu untuk menghafal Al-Quran.

“Habis salat Subuh dan Magrib, saya membiasakan membaca Alquran 30 menit. Lama-lama hafalan bertambah,” ujar Abdullah.

Membaca Alquran seolah menjadi rutinitas Abdullah sejak usia 8 tahun. Memasuki SMP, dia intens membaca dan menghafal Alquran sedikit demi sedikit. Memasuki SMA, tradisinya tak berubah. Dia tetap tadarus di rumahnya RT 002/ RW 004 Kelurahan Kemiri, Mojosongo, Boyolali.

Kini, hafalan Abdullah telah mencapai 17 juz. “Waktu SMP sudah dapat 12 juz. Lalu, memasuki SMA bertambah lagi sampai 17 juz,” ujar putra tunggal dari pasangan Amin Susilo dan Trihastuti ini.

Diakuinya, ia  memiliki motivasi kuat di balik cita-citanya menghafal Alquran di sela-sela belajar di SMA. Salah satunya ialah ingin memberikan mahkota terindah kepada orang tuanya di hari akhirat kelak. Itulah sebabnya, orang tuanya terus mendukungnya agar bisa menghafal Alquran seutuhnya meski bukan santri ponpes.

“Tapi ya godaannya menghafal Alquran sambil sekolah umum itu sangat berat. Pinginnya main terus, nonton TV, dan pegang handphone,” katanya.

Abdullah mengaku hafalannya itu saat ini sangat jauh dari sempurna. Dia merindukan biasa menghafal Alquran 30 juz dan bisa istiqomah menjaga Alquran seperti para hafiz lainnya. “Target saya, sebelum kuliah nanti, saya sudah bisa menghafalkan 30 juz Alquran. Doakan ya?” ujarnya.

Namun meski mampu menghafal Alquran 17 juz, Abdullah mengaku tak tertarik ikut kompetisi tahfiz. Pernah sekali dia ikut lomba tahfid semasa masih SMP. Namun, ia tak melanjutkan lagi ke kabupaten karena merasa minder. “Ngaji saya masih kalah bagus dengan peserta lainnya,” ujarnya, seperti dilansir Solopos, Kamis (30/3/2017).

Advertisement