Putus Asa, Empat Warga Wonogiri Bunuh Diri

ilustrasi: Bunuh diri

WONOGIRI – Maraknya kasus bunuh diir akhir-akhir ini mengundang keprihatinan berbagai pihak, dan di Kabupaten Wonogiri dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini, telah tercatat sedikitnya ada empat orang yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kapolres Wonogiri AKBP Ronald R Rumondor, menyatakan, kasus bunuh diri dengan cara gantung diri ini, tidak masuk dalam ranah tindak pidana, tapi mengundang rasa keprihatinan yang perlu disikapi semua elemen masyarakat, termasuk jajaran kepolisian.

Keempat kasus di Wonogiri  dialami oleh Sunarto (46) warga Tirisan Kulon RT 01 RW  03, DesaWiroko, Kecamatan Tirtomoyo pada Rabu (22/3/2017), Siswo Sumarno (67) warga Dusun Padangan, Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo pada Minggu (5/3/2017). Berikutnya Nenek Poniyem (85), warga Dusun Pakem RT 01/RW 06, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro Senin (20/2/2017), dan Saeno Pawiro (55) warga Dusun Bendungan, Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran Senin (23/1/2017).

Ditambahkannya, bunuh diri dipicu karena putus asa oleh derita sakit menahun yang tidak kunjung sembuh, juga karena lilitan problem keluarga lain, yang membuat pelaku menjadi pendek akal.

Termasuk sikap putus asa ketika rumah tangganya dilanda persoalan. Sebagaimana dialami oleh korban gantung diri Sunarto misalnya, yang dipicu putus asa ketika ditinggal pergi istrinya.

Untuk mengantisipasi semakin meningkatnya kasus bunuh diri, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat, diperlukan untuk memberikan pencerahan, pendalaman secara spiritual, dan pemberian pembekalan wawasan kehidupan, untuk menjauhkan masyarakat agar tidak depresi dan mudah putus asa.

Dilansir Suara Merdeka, Jumat (31/3/2017), Kapolres menyerukan, agar jajaran kepolisian melalui Bhabinkamtibmas yang berada di garda depan, dapat ikut serta meningkatkan perannya, dalam upaya pencegahan kasus bunuh diri. Kiat ini, dapat dilakukan melalui sosialisasi bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Advertisement