SUMENEP – Sebuah ledakan tabung uap terjadi di pabrik tahu di Dusun Karongkong, Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Sumenep, milik Abdurrahman dan Saruki, warga desa setempat.
Akibatnya seorang remaja 12 tahun, Jansen Adi Irawan, yang tak lain merupakan putra dari Saruki meregang nyawa. Diketahui pabrik tersebut baru dua hari beroperasi.
Jansen meninggal dengan luka di pipi dan pelipis kiri, lengan tangan kanan serta lengan belakang kiri. Selain itu, luka di paha dalam kanan kiri akibat air panas, pinggang belakang, dan tengkuk belakang telinga kiri akibat tertindih kayu.
Selain Jansen, ledakan yang terjadi pada Kamis (6/4/2017) siang itu juga telah melukai karyawan yakni Dayat, 40, warga Kecamatan Kota Situbondo, Sahmuni, 34, warga Dusun Karongkong, Desa Matanair, Rubaru, Sumenep dan Ikmatul Qomariyah, 9, warga Dusun Karongkong.
Dayat selaku pemandu atau pengajar pembuatan tahu luka robek di kepala serta luka bakar di bahu dan paha. Sahmuni selaku karyawan pabrik itu luka bakar di wajah, luka robek di telinga, serta luka bakar pada wajah dan bahu kanan.
Sedangkan Ikmatul Qomariyah luka di jari tengah, luka lebam di perut kanan bawah, dan luka lecet di rusuk kanan. Semua korban terluka langsung dilarikan ke Puskesmas Pandian, Kecamatan Kota.
Tohli, 27, warga setempat, mengatakan, suara ledakan terdengar sangat nyaring. Warga di sekitar penasaran dan mencari sumber ledakan. Ternyata pabrik tahu yang terbuat dari kayu sudah berantakan.
Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan terkait ledakan tersebut.
”Kami masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan. Masih menunggu hasil pengumpulan barang bukti yang diperoleh di lokasi,” terang Pinora, di lokasi setelah kejadian, seperti dikutip dari radar madura.




