Jarang Dapat Penumpang, Tukang Ojek ini Tetap Tegar Hadapi Kerasnya Hidup

ojek
Kus saat menunggu penumpang. Foto Dok @dihandyani

JAKARTA – Hilir-mudik calon penumpang di depan Stasiun Gondangdia merupakan pemandangan akrab bagi Kus. Namun dari ratusan orang yang usai menaiki Comuterline tak ada satu pun yang menggunakan jasanya sebagai pengojek.

Sambil menunggu penumpang Kus lebih sering duduk di atas sepeda motornya. Guna mengusir rasa suntuk tak jarang Kus tertidur, menyanyi bahkan berbicara seorang diri.

Penampilan motornya pun tak biasa. Di bagian stang tergantung buntalan plastik, botol dan prabotan. Tumpukan pakaian juga turut memenuhi sepeda motor Kus.Kendati demikian motor bebek plat Jakarta Selatan itu merupakan tulang punggung bagi Kus dalam mengais rejeki di Ibu Kota.

“Tadi sore, saya sempatkan diri untuk sekedar mampir. Menegur sapa, dan memberikan sedikit rezeki yg saya punya, ya ala kadarnya,” kata netizen pemilik akun @dihandyani yang memviralkan kehidupan Kus.

Menurut @dihandayani Kus merupakan pria asal Jawa Timur. Di Jakarta Kus tak memiliki tempat tinggal, ia tinggal seorang diri disepanjang jalan Masjid Cut Mutiah, Menteng atau persisnya depan Bank Mandiri Cut Mutiah, Jakarta Pusat.

Dikatakan @dihandyani saat ini kondisi kesehtan Kus juga tidak sehat. Mata sebelah kanannya membengkak dan hanya diobati dengan cara ditutupi koyo.

“Buat teman-teman yang kebetulan sedang berada di sekitar Stasiun Gondangdia, Masjid Cut Mutiah dan sekitarnya, tolong dibantu bapak ini. Tolong bantu gunakan jasa ojeknya,” tulis Kus dalam postingannya.

Advertisement