JEPANG – Dewan Keamanan Nasional Jepang tengah membahas bagaimana cara untuk mengevakuasi hampir 60.000 warganya dari Korea Selatan akibat terjadinya krisis disana.
Pejabat pemerintah mengatakan eakuasi perlu dilakukan karena meningkatnya kekhawatiran atas program senjata nuklir Korea Utara.
Korea Utara mengecam Amerika Serikat pada hari Jumat (14/4/2017) untuk membawa “aset strategis nuklir” untuk semenanjung Korea terhadap kelompok kapal induk AS.
Selain kapal komersial dan pesawat, Jepang akan ingin mengirim pesawat militer dan kapal untuk membantu dalam evakuasi jika pemerintah Korea Selatan sepakat, resmi, dan mau diajak berdiskusi.Â
Pemerintah Jepang juga membahas bagaimana mengatasi kemungkinan banjir pengungsi Korea Utara ke Jepang.
Ketegangan telah meningkat sejak Angkatan Laut AS menembakkan 59 rudal Tomahawk di lapangan terbang Suriah pekan lalu dalam menanggapi serangan gas mematikan, dan meningkatkan kekhawatiran tentang rencana Presiden AS Donald Trump untuk Korea Utara, yang telah melakukan rudal dan nuklir menentang PBB dan unilateral sanksi.
Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa kebijakan dari “kesabaran strategis” berakhir.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat bahwa pemerintah selalu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang langkah Korea Utara tetapi menahan diri dari mengomentari secara detail.
“Saat ini, kita terus kontak dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan dan mendesak (Korut) untuk menahan diri dari tindakan provokatif dan mengamati resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kehidupan rakyat kita dan aset,” kata Suga, sebagaimana mengutip Reuters, Senin (17/4/2017).





