SIMALUNGUN –Â 141 warga Dusun Manik Huluan, Nagori (Desa) Sait Buttu Saribu, terjangkit penyakit tersebut, sehingga Pemerintah Kabupaten setempat menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Serubabel Saragih mengemukakan dari jumlah 141 warga desa yang terkena diare itu, 39 orang di antaranya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daeraj (RSUD) Rondahaim Simalungun, 3 orang dirawat di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
“Sebanyak 99 orang lagi menjalani rawat jalan. Kondisi mereka sudah berangsur membaik. Mereka yang terserang penyakit diare itu meliputi anak sekolah dasar, anak dewasa dan orangtua. Makanya, dinas kesehatan tangan,” katanya, Kamis (20/4/2017).
Penyebaran penyakit diare itu berawal dari anak sekolah dasar dari desa itu yang banyak tidak masuk sekolah. Pihak sekolah kemudian melakukan pengecekan ke rumah seluruh murid tersebut.
Ternyata kondisi orangtua pun sangat lemah. Masyarakat lain juga terserang penyakit sama. Seluruh korban kemudian dibawa ke pusat kesehatan masyarakat. Kemudian, tim kesehatan melaporkan kejadian ke dinas kesehatan.
“Semula, kita menduga bahwa para warga ini mengalami keracunan makanan. Namun, tidak ada hajatan di sana. Kemudian, tim kesehatan mendatangi rumah – rumah warga. Setelah diperiksa, ternyata para korban terkena diare,” jelasnya, dikutip beritasatu.
Dinas kesehatan menduga menyebarnya penyakit diare itu bersumber dari air yang dikonsumsi masyarakat di sana. Oleh karena itu, sampel air langsung diambil dan ke laboratorium kesehatan daerah provinsi untuk diteliti.
“Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah korban, Pemkab Simalungun mengirim mobil tangki bermuatan air dari perusahaan daerah air minum (PDAM), yang terjamin kebersihannya untuk dibagi – bagikan ke masyarakat,” imbuhnya.





