MANGGARAI – Menghadapi rencana penggsuran oleh PT. Kereta Api Indonesia, warga Manggarai RW 12 menyatakan siap melawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) jika penggusuran benar dilakukan pada hari ini.
Anas Nasidi, Ketua RT 2, RW 12 Manggarai, Jakarta, Rabu (26/4/2017) mengatakan pihaknya siap perang. Bahkan ia mengklaim jika pihak PT KAI memaksa akan terus melakukan proyek DDT itu warga akan melakukan aksi pelemparan batu, hingga pembakaran.
Menurutnya hingga saat PT KAI belum memberitahu kapan kedatangan pasti pihak perusahaan tersebut ke wilayah mereka untuk melakukan penggusuran.
Hingga saat ini warga masih melakukan konsolidasi dengan pihak PT KAI terkait kepemilikan lahan. Warga mengklaim surat kepemilikan lahan tidak memiliki wewenang atas lahan yang ditempati mereka saat ini.
“Sertifikat yang dibawa PT KAI itu tidak berlaku, kami bahkan punya sertifikat yang tahun 70, Amdalnya saja tidak ada, proyek ini cenderung merugikan,” kata Anas.
Saat ini warga masih memblokade jalan masuk kawasan RW 12. Para ibu melakukan aksi duduk dan berzikir bersama di jalan.
KAI sebelumnya memastikan bakal meratakan bangunan warga RW 12, Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, untuk proyek jalur Kereta Api Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sedikitnya ada, sebelas bangunan di Jalan Sahardjo I itu, yang bakal diratakan dengan tanah. “Hari ini akan dilaksanakan penertiban,” kata Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Suprapto, Rabu (26/4/2017) dikutip CNN Indonesia.




