Curah Hujan Meningkat, Kabupaten Cilacap Rawan Longsor

Ilustrasi/Ist

Cilacap–Dalam sepekan terakhir ini curah hujan semakin intensif dan cenderung tinggi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal Desember mendatang.

Terkait dengan hal itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap terus memantau dan berupaya mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidy mengatakan, dalam sepekan terakhir ini pihaknya telah menerima dua laporan terkait banjir dan longsor.

Salah satunya adalah dilaporkan tebing jalan longsor yakni turap jalan kabupaten dengan panjang 15 meter dan lebar 8 meter di Desa Mandala Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.

“Untuk longsor di Cimanggu, mengakibatkan akses jalan utama dari dan menuju desa mandala terancam putus. Kami sudah mengambil langkah, kerjabakti bersama warga masyarakat membersihkn longsoran tanah dan memandang perlu pemasangan atau penguatan turap yang permanen,” ujar Tri seperti diberitakan Radar Banyumas Rabu (25/11).

Saat ini BPBD telah melakukan pemetaan wilayah. Daerah rawan banjir menyeluruh di di Kabupaten Cilacap kecuali wilayah kecamatan Cilacap Utara dan Binangun. Potensi rawan banjir yang luas ini, analisisnya karena belum maksimalnya normalisasi sungai Citanduy.

Sedang untuk potensi rawan longsor, yakni di Kecamatan Kesugihan, Maos, Jeruklegi, Kawunganten, Bantarsari, Gandrungmangu, Sidareja, Cipari, Karangpucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, dan Dayeuh luhur.

Untuk antisipasi longsor, pihak BPBD telah melakukan pemasangan webbing jute dan vetifer di Desa Bangbulang, Kecamatan Karangpucung, Desa Mandala kecamatan Cimanggu dan Pengadekan kecamatan Wanareja.

“Untuk webbing jute dan vetifer, kami mendapat bantuan anggaran dari BNPB. Jumlahnya Rp 500 juta. Memang, anggaran tersebut belum bisa mengakomodir semua wilayah rawan longsor,” ujarnya.

 

 

Advertisement