PONOROGO – Jenazah ke tujuh korban longsor Desa Banaran, Ponorogo tak sengaja ditemukan seorang warga yang perjalanan pulang dari berladang, Rabu (3/5/2017).
Kapolsek Pulung AKP Denny Fachrudianto mengatakan peladang yang menemukan jenazaha adalah Djemirin (50) dan ia menemukan mayat di sektor B, tak jauh dari aliran Sungai Tangkil dalam posisi tersangkut batu dan batang pisang yang roboh.
Setelah saksi melihatnya sekitar pukul 14.45 WIB, evakuasi baru bisa dilakukan pukul 16.15 WIB karena kondisi hujan deras. Cuaca buruk membuat proses evakuasi berlangsung dramatis karena tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan warga harus mengambil risiko dengan menuju lokasi temuan yang masih rawan longsor susulan.
Menurut sumber relawan di lapangan, lokasi korban sulit dijangkau dan terjal. Beberapa petugas bahkan dilaporkan sempat terperosok dan terjebak lumpur bercampur air saat berjalan menuju lokasi evakuasi yang berada di sektor B atau persis di bawah gundukan material longsor sektor A.
“Jasad yang ditemukan ini berjenis kelamin perempuan, umur sekitar 50 tahun. Menurut keterangan dan kesaksian warga, diduga korban ke tujuh ini adalah jasad Situn atau Tuniah (47) yang saat kejadian sedang memanen jahe di sektor A,” kata Denny, dilaporkan Antara.
Dugaan awal memacu pada kelengkapan atribut pakaian yang dikenakan. Untuk memastikan, lanjut Denny, tim SAR gabungan mengevakuasi korban dan dibawa ke RSUD dr Hardjono, Ponorogo guna dilakukan identifikasi secara forensik.





