Ini Alasan mengapa Indonesia Perlu Kembangkan Wisata Halal

JAKARTA (KBK) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Harian Republika menggelar acara Rembuk Republik guna menggali kekuatan Indonesia sebagai tujuan wisata halal.

Menteri Pariwisata Arif Yahya mengatakan Indonesia sangat perlu mengembangkan wisata halal karena 3 faktor utama. Pertama dikatakan Arif industri halal baik di Tanah Air dan Dunia telah berkembang dan menjadi tren gaya hidup bangsa-bangsa Asia seperti Korea dan Jepang.

Alasan berikutnya karena pertumbuhan wisata halal sangat potensial, berada di kisaran angka 6 persen di atas pertumbuhan ekonomi dunia. Selain itu pangsa pasar yang luas juga menjadi alasan utamanya.

“Ada 121 juta pasar hampir menyamai China. Jadi sayang sekali kalau ada pasar sedemikian besar tidak diambil,” ucap Arif dalam paparannya di Jakarta, Kamis (4/5).

Alasan ketiga karena Indonesia telah memiliki banyak kelebihan diluar kelemahan yang terkadang tumbuh beriringan.

“Dalam bidang halal terutamanya makanan halal orang Indonesia sangat sensitif. Semua makanan rata-rata sudah halal tetapi kelemahannya tidak mau disertifikasi padahal itu adalah sarat mewujudkan wisata halal,” ujarnya.

Arif menambahkan jika sudah halal pelaku usaha tidak boleh serta merta berjalan sendirian tetapi juga harus dipadukan dengan ilmu marketing yang jitu.

“Yang namanya orang usaha harus promosi. Setiap pelaku usaha harus tunduk dengan ilmu promosi produk,” tambahnya.

Diluar itu Arif juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan toilet di lokasi wisata untuk mendukung wisata halal Indonesia.

Sampai tahun 2017 setidaknya Indonesia menjagokan Provinsi NAD, NTB dan Sumbar sebagai destinasi wisata halal. Diluar kebudayaannya yang lekat dengan agama islam ketiga provinsi tersebut dipilih juga karena kekayaan tarian dan atraksi budaya.

“Per 2017 wisatwan muslim yang datang ke Lombok meningkat 50 persen,” ucapnya

Advertisement