Fenomena Sumur Amblas di Kediri Makin Memprihatinkan, Warga Khawatir Merembet ke Rumah

Ilustrasi sumur di Kediri amblas/ Kompas

KEDIRI – Fenomena sumur amblas di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur makin memprihatinkan dan membuat warga sekitar semakin khawatir.

Setelah ratusan sumur amblas, warga menguruk sumur dengan pasir agar tidak membahayakan, namun sumur kembali amblas dengan adanya longsor sususlan. Kondisi tersebut dikhawatirkan merembet ke rumah warga.

 “Ya, khawatir. Punya saya padahal sudah diuruk lho. Tapi, setelah tertutup semua, eh beberapa saat kemudian ambles lagi,” terang Tumini, 49, warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Selasa (9/5/2017), dikutip Jawapos.

Beberapa tempat di sekitar rumah Tumini mengalami hal yang sama. Dia mengakui, Minggu pagi (7/5/2017) sumurnya yang sebelumnya ambles mulai diuruk tanah dengan bantuan warga lainnya.

Namun, keesokan harinya, yaitu Senin (8/5/2017) sekitar pukul 14.00, tiba-tiba tanah di dalam sumur tersebut kembali mengalami pergerakan hingga ambles. Bukan hanya itu, tiang sumur Tumini, yang pada amblesan pertama belum ambruk, ikut ambruk menimpa pagar timur sumur pada amblesan kedua.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Randy Agatha Sakaira menerangkan tidak tertutup kemungkinan di bawah amblesan itu masih ada tanah yang gembur dan berpotensi ambrol lagi. Karena itu, tanah tersebut juga bisa sewaktu-waktu bergerak lagi. “Pergerakannya terus dinamis,” ujarnya.

Dia menjelaskan, karena dinamis itulah, perubahan jumlah sumur yang ambles juga masih bisa bertambah. Sebab, potensi masih ada. Dari pantauan BPBD, hingga kemarin siang, di Kecamatan Puncu saja, kini sudah ada 155 sumur yang ambles.

Advertisement