Muslim Uighur Ditangkap Akibat Posting Ayat Al-Quran di Medsos

Muslim uighur di China sering mendapat diskriminasi/ GETTY
XINJIANG – Seorang wanita 26 tahun dari kelompok etnis Uighur di wilayah Xinjiang yang bermasalah di China barat laut telah ditangkap karena memposting ayat-ayat Al Quran dan materi keagamaan lainnya di media sosial.

Ia  ditahan di kota Korla minggu ini atas tuduhan menyebarkan “pemikiran religius ekstremis”, seperti dilaporkan Radio Free Asia

“Ada konten religius ekstremis yang tidak boleh Anda publikasikan ulang, dan dia mempostingnya kembali, dia segera memposting ulang hal semacam itu,” seorang pegawai di sebuah badan pengawas ekstremisme yang didukung pemerintah mengatakan kepada media.

Mereka menambahkan bahwa memposting kutipan dari Quran atau tentang Tuhan adalah “melawan hukum”.

Sebuah kelompok Islam di wilayah Barat banyak mengeluhkan represi budaya dan agama serta diskriminasi yang sering dilanda kerusuhan yang mematikan.

Bulan lalu, pihak berwenang China merilis daftar puluhan nama bayi terlarang sebagai bagian dari tindakan keras terhadap “ekstremisme”. Nama yang dilarang meliputi Islam, Quran, Jihad, Haji, Mekah dan Madinah .

Awal tahun ini, pihak berwenang di Xinjiang mengumumkan pelarangan jenggot dan burqa.
Human Rights Watch telah mengatakan jika tindakan tersebut sebagai tindakan menindas.

“Ini hanyalah yang terbaru dalam serangkaian peraturan baru yang membatasi kebebasan beragama atas nama melawan ‘ekstremisme religius’,” kata direktur HRW di China Sophie Richardson., dilansir Al Araby, Sabtu (13/5/2017).


Advertisement