ASAHAN –Â 17 desa dari tiga kecamatan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), terendam banjir pada Jumat (12/5/2017) akibat meluapnya Sungai Sei Silau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Syafruddin Harahap, mengatakan intensitas curah hujan sangat tinggi sehingga mengakibatkan sungai tidak mampu menampung debit air, yang kemudian meluap ke 17 desa di sana.
Dia menambahkan, badan penanggulangan bencana sudah mengerahkan petugas dilengkapi dengan perahu karet untuk membantu proses evakuasi terhadap masyarakat.
“Selain melakukan evakuasi, petugas kita bekerja sama dengan aparat dan dibantu masyarakat, juga membangun posko untuk yang mengungsi akibat banjir berketinggian lebih satu meter,” jelasnya.
Pemerintah juga mengirimkan bantuan makanan dan minuman untuk masyarakat pengungsi. Sampai tengah malam, petugas masih berada di lokasi bencana tersebut.
Adapun lokasi banjir itu terdapat di Dusun I dan II, Kecamatan Buntu Pane. Ada sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang mengungsi. Begitu juga dengan Desa Ambalutu, ada 64 KK yang mengungsi.
Di Desa Prapat Janji, sebanyak 58 KK yang mengungsi dan di Desa Mekar Sari ada 95 rumah terendam. Di dusun II si desa itu, ada 118 rumah terendam.
Edy Gunawan (42), salah seorang pengungsi asal Desa Sei Silau Barat menyampaikan, penanganan bencana oleh petugas di sana sedang berjalan. Ada sebanyak 300 unit rumah yang terendam.
“Banjir juga kami dengar terjadi di Dusun VI, VII dan VIII. Informasinya, banyak rumah yang terendam. Masyarakat terpaksa mengungsi akibat banjir,” sebutnya, dilansir beritasatu.





