BANTEN – Prakiraan cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang masih terus akan berlangsung di Kabupaten Lebak Banten, karenanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, memperpanjang status siaga bencana alam hingga Juli 2017.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan jika wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan bencana alam, seperti banjir, longsor, angin kencang, gempa tektonik, tsunami, kekeringan, kebakaran.
Potensi bencana alam itu karena tofografi daerah dengan perbukitan, pegunungan, daerah aliran sungai, pesisir pantai dan kawasan hutan konservasi.
Potensi bencana alam yang dapat menimpa masyarakat adalah banjir, longsor, angin kencang, kebakaran dan kekeringan.
BPBD Lebak terus mengoptimalkan penyampaian peringatan, imbauan maupun peringatan dini agar  masyarakat meningkatkan kewaspadaan bencana alam. Apalagi, cuaca ekstrem sangat berpeluang terjadi sehingga dapat menyebabkan banjir dan longsor serta angin puting beliung.
“Kami berharap peringatan ini bisa mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten, hingga Juli 2017 curah hujan masih berpeluang melanda wilayah Kabupaten Lebak. Selama ini, jumlah masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam, mencapai ribuan kepala keluarga.
“Kami bergerak cepat untuk melakukan pertolongan sehingga bisa meminimalisasi korban bencana alam,” katanya, dilansir Antara, Selasa (23/5/2017).





