
MUSTAHIL rasanya, membuat mudik menjelang dan kembali pasca Idul FitriĀ yang diikuti jutaan orang, terutama yang menggunakan moda angkutan jalan raya, khsususnya sepeda motor menjadi Zero Accident atau nir-kecelakaan.
Namun paling tidak kita tetap berdoa dan berharap agar seluruh pemudik merasa nyaman di perjalanan, aman sampai kampung halaman atauĀ rumah masing-masing dan kembali ke tempat asal keberangkatan dengan selamat.
Selain sarana dan prasarana transportasi darat, kesiapan aparat dan yang lebih penting kondisi pengendara dan kendaraan juga memberikan andil terjadinya kecelakaan.
Ruas jalan alternatif penghubungĀ antara pantai utara Jawa (Pantura) dan selatan diperkirakan masih rawan macet mengingat pembangunan jalan layang di empat lokasi di Kabupatan Tegal dan Brebes yakni Dermoleng, Klonengan, Kesambi dan Kretek belum rampung.
Di titik-titik tersebut diperkirakan masih akan terjadi kemacetan, mengingat Ā adanya lintasan sebidang yang dilalui 90 rangkaian KA setiap hari, bahkan di masa-masa arus mudik frekuensinya bakal ditingkatkan menjadi 97 kali.
Di ruas jalan alternatif di P. Jawa, penerangan jalan minim selepas kota Cirebon yang menjadi jalur utama pengendara sepeda motor menuju wilayah Jawa Tengah, sedangkan di sepanjang ruas DI Yogyakarta terdapat 18 titik rawan kecelakaan lalu lintas.
Bagi pemudik yang menggunakan sarana angkutan laut,Ā ancaman musibah mengintai mereka mengingat cuaca buruk yang akan melanda perairan Riau dan Ā sebagian wilayah Indonesia Timur, khususnya perairan sekitar Maluku.
Untuk itu, syahbandar di pelabuhan-pelabuhan setempat dan instansi berwenang lainnya hendaknya benar-benar menegakkan peraturan, terutama mengenai kelaikan kapal dan juga terkait batas muatan kapal.
Jangan sampai terjadi kasus seperti yang sudah-sudah dimana sertifikat laik kapal sangat sekedar formalitas dan sarat kask-kusuk atau toleransi sementara data mengenai manifes penumpang atau muatan yang diangkut dimanipulasi, Ā dan baru ketahuan saat terjadi musibah.
Ā
Jangan lengah di jalan mulus
Pengendara diminta tidak lengah dengan memacu kendaraannya di ruas-ruas jalan toll yang mulus, karena saat berkendara dalam jarak jauh, kelalaian sekejap saja, musibah bisa terjadi, dan nyawa, baik pengendara dan penumpang maupunĀ penumpang kendaraan lain bisa melayang sia-sia.
Selain itu tidak seluruh ruas jalan mulus, karena sebagian seperti ruas jalan antara Tegal sampai Grinsing di wilayah Jawa Tengah berkategori fungsional atau dioperasikan secara darurat selama puncak arus mudik dan arus balik Idul Fitri.
Sebagian ruas jalan dapat digunakan sepanjang 24 jam, namun sebagian lagi hanya dari pagi sampai sore hari karena belum lampu penerangan jalan belum terpasang.
Selain pasir dan sisa-sisa ceceran tanah merah masih berserakan di sepanjang jalan, debu yang berterbangan setelah dilalui kendaraan, juga bisa menganggu pandangan pengendara di belakangnya.
Di wilayah Jawa Timur, sejumlah ruas jalan tol seperti Surabaya ā Mojokerto, Mojokerto ā Kertosono dan ruas Gempol ā Pasuruan juga masih berstatus fungsional, bahkan sebagian, dasarnya masih berlapiskan tanah, belum berlapis beton dasar (LC).
Para pengendara diminta mewaspadai permukaan jalan yang bergelombang, kendaraan berat milik proyek pembangunan jalan yang lalu-lalang atau marka atau rambu-rambu lalu-lintas belum terpasang.
Selain meningkatkan sarana dan sarana perhubungan, 167.000 petugas diturunkan untuk mengamankan angkutan mudik terdiri dari sekitarĀ 100.000 anggota polisi di seluruh Polda, ditambah personil Satpol PP, Dinas Perhubungan dan dan Pramuka.
Indonesia adalah termasuk negeri dengan angka kecelakaan lalulintas tinggi di dunia yang pada tahun lalu saja (H-6 lebaran dan H + 6 ) tercatat 25.898 orang tewas dan 22.393 orang luka berat, dan pada arus mudik tahun yang sama tercatat lebih 2.719 kecelakaan lalu lintas yang merenggut 504 korban tewas, 873 luka berat , sekitar 70 persen akibat kecelakaan sepeda motor.
Jumlah angkutan lebaran tahun ini meningkat 4,85 persen menjadi sekitar 19 juta orang dengan ketiga moda angkutan (darat, laut dan udara) , sebagian besar masih didominasi oleh kendaraan roda dua.
Selain aparat pemerintah, pemudik atau pangendara memberikan andil terjadinya musibah.
āLebih baik terlambat daripada tidak sampai, ā motto lama itu harus disuarakan terus.
Ā
Ā
Ā
Ā
Ā Ā Ā Ā Ā Ā
Ā
Ā
Ā Ā
Ā
Ā
Ā
Ā




