PETUALANGAN perjalanan mudik, terutama bagi jutaan pengguna moda angkutan jalan raya di Pulau Jawa, sudah dimulai dan kemungkinan akan mencapai puncaknya, dua hari menjelang Idul Fitri, Jumat (H-2).
Bisa disebut petualangan, karena ritual silaturahim bersama kaum-kerabat di desa selepas bulan suci Ramadhan ini bakal melalui perjuangan berat, didera kemacetan parah sepanjang jalan dan berisiko mengalami kecelakaan, bahkan kematian.
Musibah selalu mengintai di tengah aliran jutaan kendaraan terutama sepeda motor yang beriringan, saling salip dan serobot , padahal jenis kendaraan ini tidak didisain untuk jarak jauh, belum lagi dijejali lebih dua penggonceng dan beban aneka bawaan.
Diperkirakan 19 juta pemudik akan menggunakan berbagai moda angkutan lebaran tahun ini, termasuk sekitar 6, 3 juta unit dengan sepeda motor atau meningkat tajam dari sekitar 5,1 juta unit pada lebaran 2016. Sebanyak 505 pemudik yang tewas dari 3.719 kasus kecelakaan lalu-lintas tahun lalu didominasi pengendara sepeda motor.
Berbagai upaya perbaikan angkutan mudik dilakukan pemerintah, seperti menambah, mempelebar, menambal-sulam badan jalan jelang hari H dan mengerahkan lebih seratus ribu polisi, aparat Perhubungan, Satpol PP untuk merekayasa lalu-lintas dan meningkatkan layanan bagi pemudik.
Para pemudik pun memasang strategi untuk sampai kampung halaman, termasuk dengan memilih jalan-jalan alternatif yang disiapkan, walau pilihannya tetap saja dari macet ke macet, paling-paling lumayan kurang macet.
Di ruas Pantura, jika melalui ruas tol fungsional Brebes – Gringsing sepanjang 110 Km (diganti lagi sebutannya sebagai jalan darurat), titik kemacetan yang tahun lalu terjadi di pintu tol Brebes (Brexit) diperkirakan akan bergeser setelah keluar pintu toll Grinsing, antara Kendal – Semarang.
Pengendara diminta waspada di ruas jalan darurat yang selayaknya belum bisa digunakan karena debu beterbangan mengganggu pandangan, belum ada penerangan jalan, permukaan jalan bergelombang dan belum tersedia marka dan rambu-rambu lalu-lintas.
Sementara di ruas jalan Kendal – Semarang yang cuma berjarak 10 Km itu, pada hari-hari biasa saja, bisa memakan waktu tempuh tiga jam, karena menjadi lintasan lalu-lalang sepeda motor dan ribuan karyawan menuju pabrik dana lokasi permukiman serta kegiatan usaha di sekitar lokasi tersebut.
Ruas Cipali, mulai macet
Dari hasil pengamatan, Rabu (H-5) kemacetan terjadi menjelang titik titik tempat istirahat (rest area) di ruas jalan toll Jakarta – Cikampek dan Cikopo – Palimanan (Cipali) akibat mulai terjadinya lonjakan jumlah kendaraan. Antara pukul 6.00 – 21.00 terctatat sekitar 74.800 kendaraan melintas ruas toll Jakarta – Cikampek, sementara pada puncaknya nanti (H-2) diperkirakan akan mencapai 121.000 sehari.
Di ruas toll Cipali, antrian kendaraan “mengular” sampai beberapa kilometer mulai KM 92 sampai KM 126, bahkan kendaraan merambat dengan kecepatan di bawah 40 Km per jam saat memasuki KM 126 sampai KM 160 menjelang pintu tol Sumberjaya, Majalengka.
Sementara arus mudik di ruas jalan arteri Pantai Utara (Pantura) sepanjang 130 Km dari kawasan Cikampek menuju Pamanukan hingga Palimanan (Kab Cirebon) pada H-5 masih relatif masih lancar.
Pemudik lewat Pantura ke arah Semarang, walau juga tidak dijamin bebas macet, bisa melalui rute alternatif dari Brebes ke Larangan dengan melingkar sepanjang 43,9 KM (Brebes – Jatibarang, Slawi – Pangkah – Larangan ) atau Brebes – Pemalang dengan memperpanjang jarak 88 Km (Brebes- Jatibarang -Slawi – Pangkah – Jatinegara – Randudongkal – Pemalang.
Sementara Jalur tengah menuju Jawa Tengah bisa diakses dari ruas jalan Pantura atau ruas tol darurat Brebes – Grinsing, keluar dari pintu toll Tegal ke arah Slawi, Randu Dongkal menuju Banjarnegara.
Dari Banjarnegara, pemudik tujuan Yogyakarta atau Semarang dapat melalui rute dari arah Wonosobo, Temanggung dan Secang.
Sedangkan di Jalur selatan, pemudik dari Jakarta, setelah lepas dari Bandung, dapat melanjutkan perjalanan melalui wilayah Jateng melalui rute Tasikmalaya dan kemudian Banjarnegara.
Pilihannya, yang paling lumayan diantara yang terburuk. Yang penting, selamat sampai tujuan, keluarga menanti anda.



